UEFA Youth League, NextGen Series dan Arsenal Academy

Juni 2013

article-0-1663630C000005DC-962_468x323

UEFA Youth League yang bernama asli UEFA U-19 Champions League adalah sebuah kompetisi yang dibuat oleh UEFA untuk pengembangan pemain muda khususnya untuk usia dibawah 19 tahun. Kompetisi ini pertama kali akan diadakan pada musim 2013/2014. Pesertanya adalah tim U19 dari tim-tim yang lolos ke fase grup UEFA Champion League (UCL) musim 2013/2014. Kompetisi ini mengadaptasi Copa Libertadores U20 yang sukses menjadi panggung pengembangan bakat pemain muda di Amerika Selatan. Ada yang mengatakan turnamen ini meniru NextGen Series, tapi….. (nanti kita bahas).

Turnemen ini menggunakan (hampir semua) format Liga Champion yang dikonversi dalam versi senior. Syarat awal untuk mengikuti kompetisi adalah tim seniornya lolos fase grup UCL. Total peserta fase grup adalah 32 tim yang dibagi dalam 8 grup sesuai grup seniornya. Tiap grup meloloskan juara dan runner-up untuk melaju kebabak selanjutnya. Perbedaan kompetisi senior-yunior ini adalah untuk fase knock-out hanya dipertandingkan sekali (satu leg), untuk semifinal dan final akan menggunakan tempat netral sebagai tempat penyelenggaraan. Lokasi penyelenggaraan pada fase grup adalah stadion terdekat dengan pertandingan senior dan dilaksanakn pada hari yang sama atau berdekatan sehingga memudahkan dalam hal distribusi logistik.

Trofi kejuaraan ini dinamakan sesuai nama presiden kehormatan UEFA, Lennart Johansson. Format yang digunakan mengacu pada format UCL yang telah berjalan dan akan dilakukan review format setelah gelaran kedua akhir musim 2014/2015.

Additionally, UEFA will bring its organisational control to these matches, which will mirror closely the UEFA Champions League season. There are benefits for clubs, as they will be able to bridge the gap between their youth and first teams, and enhance their commitment to developing their teams at youth level. Our objective is only driven by a sporting perspective.

Michel Platini-Presiden UEFA

Menurut UEFA, tujuan mereka mengadakan turnemen ini untuk mengontrol turnemen khusus pemain muda (NextGen oleh swasta), turnamen ini sistemnya sama seperti UCL. Keuntungan bagi klub peserta adalah untuk menjembatani jarak pemain-pemain muda dengan tim utama mereka serta memastikan klub-klub peserta UCL menjalankan kebijakan pengembangan pemain muda.

UEFA Youth League vs NextGen Series

Agar lebih lengkap kita bahas sedikit mengenai NextGen Series (NGS). NGS adalah turnamen U19 seEropa yang di gagas oleh produser acara olahraga Justin Andrews dan direktur olahraga klub Brentford, Mark Warburton. Tidak ada persyaratan khusus (prestasi/ kualifikasi) untuk ikut dalam turnamen ini, klub-klub peserta akan memperoleh undangan dari panitia NGS untuk dapat berpartisipasi. Sebelumnya pada November 2010 Ajax-Manchester City dan Liverpool-Celtic melakukan pertandingan sebagai ujicoba bagaimana kompetisi NGS nanti akan dijalankan. Tujuan utama diadakannya kompetisi ini adalah untuk mereplikasi atmosfer UCL untuk pemain muda, sehingga mereka terbiasa untuk melakukan perjalan jauh dan melawan tim dari negara lain.

UEFA sebagai federasi yang membawahi semua kompetisi di wilayah Eropa berkeinginan untuk menontrol semua kompetisi dan tak menginginkan ada kompetisi sepakbola yang dikuasai sepenuhnya oleh swasta (NextGen Series). Hal ini mirip-mirip dengan liga di negara kita Indonesia dimana ada kompetisi ISL dan IPL untuk kasta tertinggi.

Terlihat arogan? tidak juga. Memang NextGen Series mulai berjalan sejak dua tahun yang lalu (dimana UEFA?), namun cikal bakal UEFA Youth League dapat ditelusuri sejak adanya turnamen UEFA U18 Challenge tahun 2010. Dari sini kita tidak bisa asal mengatakan UEFA mencuri ide dan ketenaran NGS yang lebih dulu dirintis (asal comot), karena ide awal kedua turnamen ini berasal dari turnamen kecil-kecilan di tahun 2010.

Sedikit yang menjadi ganjalan, kenapa UEFA tidak memulai pertama? Sepertinya UEFA saat itu tidak terlalu yakin kompetisi ini akan sukses dan mendapat perhatian secara cepat. Pertimbangan UEFA bisa jadi karena akan menambah biaya yang dikeluarkan oleh klub peserta (biaya perjalanan dan penyelenggaraan pertandingan). Tetapi yang terjadi kompetisi ini mendapat perhatian yang tinggi dari klub-klub dan juga suporter, dalam tahun pertama diikuti 16 tim dan tahun kedua bertambah menjadi 25 tim. Klub peserta juga bukan tim sembarangan, mereka adalah penguasa kompetisi atau setidaknya kompetisi junior di liga masing-masing.

Apa yang akan terjadi saat kedua kompetisi sama-sama berjalan?

Dari segi peserta, kompetisi UEFA Youth League pasti tidak akan kekuarangan peserta karena tim yang berpartisipasi diambilkan dari klub yang lolos ke babak grup UCL dan bersifat wajib (meski belum ada sanksi bagi pelanggar). Sedangkan untuk NGS, keikutsertaan dikompetisi ini berdasarkan undangan dari panitia turnamen, terserah klub akan ikut atau tidak. Sepertinya UEFA Youth League (UYL) akan menjadi pilihan pertama karena klub-klub juga dimudahkan dalam hal jadwal bertanding kareana jadwal senior dengan yunior berdekatan dan akan memudahkan dalam pengaturan akomodasi.

Image 1Tim U19 Arsenal yang tahun kemarin mengikuti NextGen Series untuk pertama kali berhasil mencapai babak semifinal. Untuk musim 2013/14 bila Arsenal lolos ke babak grup UCL dipastikan ikut turnamen UYL. Paling tidak tim U19 Arsenal di ajang UYL dapat mengulang kesuksesan mencapai babak semi-final NextGen tahun kemarin. Dari bocoran yang saya lihat di web Akademi Arsenal, Arsenal tetap akan mengikuti turnamen NextGen Series musim 2013/2014. Kemungkinan Arsenal akan membuat dua tim U19 karena dari tim U19 tahun kemarin tidak semuanya dimaikan di NextGen Series.

Skuad Arsenal U19 NextGen Series 2012/2013:
Alfred Mugabo, Anthony Jeffrey, Brandon Ormonde-Ottewill, Chuba Akpom, Deyan Iliev, Elton Monteiro, Hector Bellerin, Isaac Hayden, Jack Jebb, Jon Toral, Kristoffer Olsson, Kyle Ebecilio, Nigel Neita, Olsson Kris, Reice Charles-Cook, Samir Bihmoutine, Serge Gnabry, Stuart Moore, Martin Angha, Zak Ansah, Thomas Eisfeld, Sead Hajrovic, Nico Yennaris. *Pemain yang ditulis tebal merupakan pemain reguler di tim U19.

Beberapa dari mereka memiliki prospek yang sangat baik untuk menjadi bintang masa depan, diantaranya adalah kiper Deyan Iliev, bek sayap Hector Bellerin dan Nico Yennaris. Juga banyak gelandang-gelandang berbakat seperti Kristoffer Olsson, Serge Gnabry, dan Thomas Eisfeld. Beberapa dari mereka juga terpaksa di lepas oleh Arsenal karena tidak mampu/ tidak masuk dalam rencana masa depan (sistem permainan) Arsenal, mereka adalah Conor Henderson, Jernade Meade, Sanchez Watt, James Shea, Reice Charles-Cook, Sead Hajrovic, Philip Roberts, Nigel Neita, Samir Bihmoutine and Josh Rees. (woj)

Advertisements

2 thoughts on “UEFA Youth League, NextGen Series dan Arsenal Academy

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s