Apa yang Kamu Tunggu Arsene(al)?

idx-10

Berbicara tentang aktivitas transfer Arsenal musim ini bisa dikatakan kurang aktif, tidak terlihat berabisi, atau boleh dikatakan kurang perencanaan matang. Hingga 30 Agustus belum juga ada pemain berstatus marquee signing seperti yang pernah dijanjikan oleh Ivan Gazidis dan Arsene Wenger. Menunggu hingga detik-detik terakhir, itulah yang terjadi.

Bukan masalah uang, bukan masalah gaji yang menjadi penghambat aktifitas transfer Arsenal melainkan masalah “birokrasi” transfer yang berbelit.

Arsenal Scouting Network

Sebelum membahas bagaimana proses transfer berlangsung, akan saya jelaskan sedikit bagaimana nama pemain bisa muncul dalam kepala seorang pelatih.

Arsenal dikenal sebagai salah satu klub dengan jaringan scout (pemandu bakat) terluas didunia. Para scout ini mengumpulkan data pemain dari seluruh penjuru dunia. Terhitung puluhan scout yang dipekerjakan atau menjalin hubungan dengan Arsenal, untuk wilayah Britania Raya saja Arsenal memiliki 7 orang scout. Para scout ini melaporkan hasil pengamatan mereka kepada senior scout yang membawahi satu negara atau regional tertentu. senior scout akan meberikan laporannya kepada chief scout atau kepala scout. 

Senior scout Arsenal:

Francis Cagigao untuk wilayah Spanyol, pemain yang berhasil direkrut antara lain:  Fabregas, Merida, Miquel, Jon Toral, Bellerin.

Gilles Grimandi: Perancis dan Swiss; Samir Nasri, Giles Sunu, Abou Diaby, Bacary Sagna, Alex Song, Mathieu Flamini dan Laurent Koscielny.

Bobby Bennett: Skandinavia (Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia; Bendtner, Nortdviet, dan Larsson.

Thomas KostJerman; Serge Gnabry, Philippe Senderos, Kyle Ebecilio, Lukasz Fabianski, dan Wojciech Szczesny.

Tony Banfield: Italia, Slovenia dan Kroasia; Djohan Djourou.

Peter Clarke: Belanda.

Danny Karbassiyoon: Amerika Serikat dan Meksiko; Gedion Zelalem.

Sandro Orlandelli, Pablo Budner and Everton Gushiken: Amerika Selatan; Denilson, Carlon Vela, Pedro Botelho, dan Wellington Silva.

Setelah menerima laporan, chief scout Arsenal yang saat ini dijabat oleh Steve Rowley akan melakukan pemantauan secara langsung dilapangan dan melaporkan hasil pantauan pemain yang dianggapnya berprospek kepada Wenger. Bila pendekatan kontarak oleh scout gagal, Wenger akan melakukan kominikasi langsung kepada pemain. Satu-satunya pemain yang direkrut tanpa melalui proses scouting secara lengkap adalah Freddie Ljunberg. Wenger kebetulan melihat permainannya di televisi dan langsung menghubungi sang pemain.

Proses kontrak Pemain

Berbeda dengan klub-klub pada umumnya yang mengontrak seorang direktur olahraga, sejak ditinggal oleh David Dein, Arsenal tidak memiliki seorang direktur olahraga. Direktur olahraga biasanya melakukan negosiasi kontrak pemain, posisi yang sangat krusial dalam memperoleh tanda tangan pemain. Di Arsenal posisi ini diisi oleh Dick Law, yang berperan sebagai transfer fixer, mengurus kontrak pemain dan menyelesaikan detail-detail transfer. Sedangkan pendekatan kepada pemain dilakukan sendiri oleh Wenger.

Ivan Gasidiz – Arsene Wenger – Dick Law

Banyak suara “Hey Wenger jangan pelit”, “Bukan Wenger yang pelit tapi Board yang tidak memberikan izin keluarin duit”, “Rombak board”, “Wenger Out”, “Kroenke Out, Usmanov in”, “Bring back Davis Dein”, Padahal banyak yang tidak tahu bagaimana sistem perekrutan pemain.

article-2413565-1A434595000005DC-70_634x458

Perekrutan pemain memang tidak mudah, karena disini ada banyak pihak yang saling berkepentingan (klub peminat-klub pemilik-agen pemain). membeli pemain tidak sama seperti kita berbelanja, saat membeli barang kita hanya perlu memberikan uang kepada penjual sebagai ganti nilai barang yang kita beli, saat transfer pemain tidak seperti itu. Bila transfer pemain diibaratkan membeli apel, kita harus bernegosiasi dengan toko penjual (klub pemilik) dan petani  (agen pemain) sebagaii pemilik awal yang menanam buah (pemain) tersebut. Kita tidak akan dengan mudah membawa keluar apel dari toko.

Struktur birokrasi klub diduga sebagai alasan lambatnya perekrutan pemain oleh Arsenal. Bila Sp*rs memiliki Franco Baldini dan Man City punya Txiki Begiristain sebagai direktur olahraga/ teknik, Arsenal menggantungkan harapan pada seorang Dick Law yang hanya berstatus transfer fixer, bekerja juga sebagai scout wilayah Amerika Selatan, dan melakukan pekerjaannya 2 minggu sebulan bergantian antara scout-transfer.

Dick Law yang bisa dikatakan bekerja “paruh waktu” mengurusi soal transfer masih pula dihadapkan pada birokrasi negosiasi kontrak pemain. Dick Law harus berkonsultasi dengan Wenger soal gaji pemain dan durasi kontrak. Bayangkan saat jual beli pemain berlangsung dalam hitungan menit, Arsenal harus berurusan dengan masalah komunikasi yang memakan waktu. Saat Arsenal menawarkan kontrak yang ditolak oleh agen pemain, Dick Law harus bernegosiasi dengan Wenger dan disaat yang bersamaan mungkin klub lain sudah memberikan kontrak yang lebih menggiurkan,

Ivan Gasidiz pernah mengatakan bahwa kontrak pemain sepenuhnya ditangan Wenger, ini berarti Wenger direpotkan untuk urusan lain diluar strategi permainan. Okelah “Arsene Know”, Arsene Wenger memang pintar, kita tidak lebih pintar, tapi kenapa urusan diluar lapangan sepak bola tidak dierahkan kepada orang yang berkompeten dan tak perlu membuang-buang waktu untuk berkomunikasi soal besaran gaji dan disaat yang lain sudah ada klub yang memberikan kontrak lebih baik. Okelah pula bila pemain yang dipilih oleh pelatih pasti sesuai dengan gaya permainan, tapi apakah ada hubungan antara gaji dengan gaya permaian sang pemain. Pelatih memang dan malah harus memilih pemainnya sendiri, kita juga tak ingin transfer “asal-asalan” yang hanya menuruti kehendak presiden atau pemilik klub.

Hingga kompetisi berjalan Wenger harus direpotkan dengan menjawab kekalahan lawan Aston Villa, bermain dalam tiga hari sekali, dan mengatur rotasi skuad yang terbatas plus bagaimana memperoleh tambahan pemain.

_855343_overmars_petit300

Bila masa David Dein, Wenger hanya tinggal tunjuk pemain, kenapa saat ini tidak kembali seperti saat itu. Kita cari seorang direktur olahraga yang kompeten atau angkat Dick Law dengan jabatan penuh sebagai direktur olahraga. Wenger urusi saja soal strategi permainan, tunjuk pemain yang diinginkan dan biarkan orang lain yang menyelesaikan, tunggu di stadion dan selesaikan sesi foto perkenalan.

Saat inipun Arsenal masih kekurangan pemain, beberapa pemain cedera jangka panjang, dan tidak ada cover yang sepadan untuk Giroud dan Arteta. Dibursa transfer januari sepertinya Arsenal akan kembali aktif, kita lihat seberapa “aktif” (cepat) Arsenal bisa memperoleh pemain, ada transfer saga baru, atau mungkin transfer “cepat” Monreal yang direkrut saat detik-detik terakhir transfer januari ditutup – empat minggu kemana aja broo? tiga bulan ngapain aja broo (Arsenal)? Lebih baik bila pemain bisa bergabung secepatnya agar bisa segera beradaptasi dan tidak kehilangan poin-poin penting.

Wenger kamu urusi strategi dilapangan saja, strategi transfer serahkan ke orang lain.

BTHRybUCQAAUpVP

Come on Arsenal!

(woj)

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s