Match Preview: Swansea City vs Arsenal

Arsenal's Nacho Monreal scores against Swansea City in the Premier League

Monreal mencetak gol pertamanya saat melawan Swansea, 16 Maret 2013

Meski baru pekan ke lima, beradaa di puncak klasemen adalah suatu pencapaian (perbaikan). Hal ini membuat tingkat kepercayaan fans meningkat setelah pada musim-musim sebelumnya Arsenal selalu membuat start yang kurang bagus.

Minggu ini Arsenal akan ditantang oleh klub asal Wales, Swansea City, klub yang selalu menyulitkan Arsenal. Namun taktik mereka mulai mampu diantisipasi oleh Arsenal sejak musim lalu. Kemenangan 2-0 di liberty Stadium adalah awal mula maraton kemenangan Arsenal saat pertandingan away di liga domestik yang masih bertahan sampai sekarang. Bila malam nanti Arsenal behasil menang maka akan memperpanjang catatan kemenangan away menjadi 8 yang juga merupakan rekor klub saat ini.

Tiap minggu berjalan, yang selalu menjadi kekhawatiran klub dan juga fans Arsenal tak lain dan tak bukan adalah cedera pemain. Terutama pemain depan yang mulai kehabisan stok. Minggu lalu daftar cedera Arsenal bertambah lagi dengan cederanya Walcott dan dia baru akan kembali setelah jeda pertandingan internasional tengah oktober nanti.

Swansea City584

Secara tim Swansea City tidak banyak berubah, musim ini mereka memperkuat barisan penyerangnya dengan merekrut Jonjo Shelvey dan Wilfried Bony. Skuad mereka berisi pemain-pemain yang berkualitas, untuk ukuran EPL dan bahkan di level Europa League.

Musim ini start Swansea belum terlalu bagus. Kalah 1-4 lawan Manchester United dan ditahan imbang 2-2 saat melawan Liverpool. Bukan lawan yang mudah memang, namun kebobolan enam gol sepertinya terlalu banyak untuk tim sekelas Swansea.

Passing-passing pendek masih menjadi ciri permainan Swansea City. Hingga saat ini mereka di peringkat pertama dalam hal akurasi dan jumlah passing dari tim-tim EPL lainnya dengan 87,3%. Masuknya Shelvey membuat Michu dapat berkonsentrasi penuh untuk membobol gawang lawan. Duet Shelvey-Jose Canas sangat padu dalam bertahan maupun menyerang. Meski gagal memang lawan MU dan Liverpool, Swansea tetap mampu mengusai ball possesion diatas 55%.

Pola permainan mereka jauh berbeda dibanding klub-klu tradisional Inggris. Mereka tidak melakukan umpan-umpan panjang melainkan operan bola-bola daerah yang dimulai dari pemain belakang.

Titik kelemahan Swansea berada pada barisan penyerangan. Bony yang direkrut dari Vittese (Belanda) dan memecahkan rekor transfer klub sebesar £12m masih kesulitan beradaptasi di EPL (1gol dari 5 pertandingan). Gol-gol Swansea lebih banyak di cetak oleh pemain tengah mereka.

Tactical Analysisswn

Baik Arsenal maupun Swansea sama-sama mengusung permainan possesion dan umpan-umpan pendek. Disemua lini (terutama karena absennya Walcott dan Cazorla) Arsenal dan Swansea sama-sama berimbang. Otak permainan Arsenal sekarang tinggal bertumpu pada Ozil. Dalam dua pertandingan yang sudah dia jalani, Ozil sudah mencatatkan 4 assist. 

Pertarungan lini tengah yang menjadi kekuatan kedua tim akan menentukan hasil pertandingan malam nanti. Dalam setiap pertemuan mereka, Arsenal selalu kalah dalam hal penguasaan bola. Hal ini tidak perlu dikahwatirkan selama Giroud mampu mengefektifkan peluang karena meski Swansea menguasai, Swansea belum tentu mampu mengkonversinya menjadi gol. Seperti yang diungkapkan di atas, penyerang mereka tidak terlalu tajam.

Pergerakan Shelvey yang selalu maju kedepan secara tiba-tiba (seperti Ramsey) harus diwaspadai oleh gelandang bertahan Arsenal yang bertugas untuk menjaganya. Kecerdikan Ozil dan Michu dalam memberikan umpan mematikan untuk masing-masing striker mereka akan diuji dalam pertandingan ini. Bila Arsenal kesulitan menembus pertahanan Swansea, bola akan lebih sering berada di lapangan tengah.

Arsenal tidak memiliki banyak opsi penyerangan dipertandingan ini. Tusukan dari sayap yang biasanya dilakukan oleh Walcott akan digantikan oleh Gnabry yang dalam dua pertandingan kemarin masih lemah dalam hal umpan ke kotak penalti. Hanya umpan terobosan dari lini tengah dan penyelesaian set piece yang dapat diandalkan oleh Arsenal. Lebih baik Arsenal menembus paling tidak hingga depan kotak penalti dan bila terjadi pelanggaran, Ozil siap untuk menyelesaikan melalui free kick terukurnya seperti minggu kemarin saat lawan Stoke City.

Melihat performa Arsenal dan Swansea, bila mampu menjaga pertahanannya, saya pikir kita akan bisa menang seperti saat mengalahkan mereka 1-0 (Arshavin) dan 2-0 (Monrela & Gervinho). Pressing ketat perlu diterapkan untuk menghadapi pasing-pasing akurat yang diperagakan Swansea. Bila sedikit longgar, kekalahan 3-2 musim 2011/2012  atau hasil seri 2-2 seperti musim kemarin akan mungkin terulang. (woj)

Team News:

Swansea: Williams (diragukan-engkel), Hernandez (hamstring).

Arsenal: Rosicky (hamstring), Frimpong (hamstring), Sanogo (punggung), Oxlade-Chamberlain (lutut), Podolski (hamstring), Diaby (lutut), Cazorla (engkel), Walcott (abdomen perut).

Swansea City (4-3-3 defensif): Vorm – Rangel, Williams, Chico, Davies – Shelvey, Michu, Canas – Dyer, Bony, Routledge.

Cadangan: Tremmel, Amat, Taylor, Britton, De Guzman, Pozuelo, Vazques.

Arsenal (4-2-3-1): Szczesny – Sagna, Mertesacker, Koscielny, Monreal – Flamini, Ramsey – Gnabry, Wilshere, Ozil – Giroud

Cadangan: Fabianski, Jenkinson, Vermaelen, Arteta, Ryo, Bendtner, Akpom

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s