Preview Pertandingan: Arsenal vs Liverpool

hi-res-160389812_crop_650x440

Beware!!!

Setelah kalah dalam dua dari lima pertandingan pada periode penting ini, Arsenal akan menjamu Liverpool di kandang. Kekalahan 0-2 atas Chelsea tengah pekan lalu semoga tidak berpengaruh terhadap kondisi mental pemain Arsenal. Kekalahan yang membuat fans Arsenal mulai cemas dan cenderung mencari kambing hitam. Untungnya dua kekalahan tersebut tidak saling terkait satu sama lain.

Saya terkadang tertawa membaca komentar-komentar kepanikan di media sosial. Kegagalan Arsenal meraih pion/ kemenangan saya kira bukan karena kesalahan individu semata, namun karena kesalahan tim, terutama saat bertahan.

Gol Dortmund dan Chelsea juga kartu merah Arteta adalah karena tidak adanya gelandang bertahan. Bila dilihat lebih dalam, cederanya pemain yang beroperasi di sayap (Walcott, Chamberlain, Podolski) membuat beban yang harus ditangung oleh bek sayap menjadi berlipat. Tanpa pemain sayap, serangan lawan akan langsung diterima oleh bek, padahal disaat yang sama, bek sayap dituntut untuk memberikan suport pada penyerangan. Kesalahan sistemik yang dimulai dari lini depan dimana penyerang adalah pertahanan pertama.

Yang bisa dilakukan adalah menunggu mereka kembali bermain. Satu-satunya pemain yang sukses menggantikan posisi mereka adalah Serge Gnabry dimana dia sukses menyumbangkan gol saat lawan Swansea dan menghasilkan penalti saat lawan Crystal Palace. Sayangnya pemain ini mengalami cedera dan harus absen paling tidak untuk dua-tiga minggu kedepan.

Kembali ke Liverpool. Bukan lawan mudah, namun Arsenal memiliki peluang untuk menang, lebih besar dari pada saat melawan Chelsea yang tim cadangannya memang diatas kita, bila sama-sama menggelar tim utama, saya masih yakin hasilnya akan lebih ketat.

Liverpool

Performa yang ditunjukan oleh Liverpool musim ini diluar prediksi pengamat. Sebelumnya mereka diperkirakan akan kesulitan karena absennya Suarez di lima pertandingan awal.

Daniel Sturridge nyatanya mampu menggantikan peran Suarez dengan selalu mencetak gol dalam 9 pertandingan yang dijalani kecuali saat melawan Southampton dimana Liverpool kalah 0-1 saat itu.

Operan pendek dari kaki ke kaki yang dibawa oleh Brendan Rodgers sudah mulai menemukan bentuknya seperti yang dijanjikan. Saat ini, jumlah passing dan juga akurasi passing mereka sudah mendekati Arsenal yang di EPL dikenal sebagai “raja” passing.

Dalam empat petandingan terakhir Brendan Rodgers menggunakan pola 3-5-2. Dengan pola ini Liverpool membanjiri lapangan tengah dengan jumlah pemain yang lebih banyak. Pola permainan ini juga membuat serangan pemakai menjadi lebih ganas karena lebih banyak pemain yang membantu penyerangan.

Kompaknya dua striker Liverpool sangat membantu suksesnya pola ini karena kunci keberhasilan formasi 3-5-2 terletak pada komunikasi yang baik antar pemain, selain skill dan juga stamina pemain.

Selain menjadi kekuatan, komunikasi antar pemain yang buruk bisa membuat formasi ini bisa menjadi bencana karena pertahanan lebih terbuka. Hal ini pula yang membuat saya lebih optimis saat menghadapai Liverpool dari pada Chelsea.

Bila bukan karena Liverpool menghasilkan gol yang cukup, mungkin pola 3-5-2 ini tidak akan digunakan oleh Rodgers. Mereka sempat ditahan imbang 2-2 melawan Newcastle dan kebobolan satu gol saat menghadapi WBA, Sunderland dan Palace.

lfc stat

Tactical Analysis

Arteta yang kembali dari masa hukuman tentu saja membuat lini tengah lebih seimbang. Saat melawan Chelsea kemarin, pemain belakang Arsenal kesulitan (kebingungan) untuk mengoper bola kedepan. Peran vital Arteta adalah menerima bola dari pemain belakang yang nantinya diteruskan kepada pemain didepannya untuk memulai arah serangan.

Serge Gnabry kembali absen sehingga serangan akan sedikit monoton. Cazorla yang kembali bermain masih gagal menunjukan performanya dimusim lalu. Sama sekali tidak ada umpan matang untuk Giroud ataupun tusukan ke dalam kotak penalti.

ars v lfc

Andai saja pemain sayap Arsenal tidak cedera dalam waktu bersamaan, membongkar pertahanan formasi 3-5-2 tidaklah terlalu susah. Tanpa mereka, Arsenal akan mengandalkan serangan dari tengah (umpan 1-2) dan dari sisi kanan yang lebih bertenaga dari pada sisi kiri. Liverpool juga memiliki kelemahan menghadapi set piece, tercatat Man Utd (COC), Palace dan Newcastle berhasil memanfaatkan celah ini.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Arsenal sedikit unggul dalam sisi pertahanan dibanding Liverpool. Arsenal kebobolan gol karena kurangnya konsentrasi dan kecerobohan pemain. Hal ini tentu harus dihilangkan bila ingin menjadi menang dalam pertandingan besok.

Hasil positif akan mengangakat semangat pemain untuk menjalani dua pertandingan berat yang tersisa dan juga akan kembali menaikan optimisme suporter. So far, suporter yang (maaf) agak pinteran tidak terlalu mempermasalahkan kekalahan di CO Cup karena nyatanya ini hanya ajang main-main untuk tim muda Arsenal (maaf, ini pendapat saya, Arsenal terakhir juara 1993, masih lebih baik catatan di FA Cup). Arsenal melepas CO Cup agar bisa lebih berkonsentrasi di EPL. Saya juga tidak yakin gelar piala kelas tiga akan memuaskan kalian bila gelar EPL “ada didepan mata” (peringkat 1 klasemen sementara). (woj)

Catatan: @ Koscielny, jangan membuat kesalahan saat melakukan tekel.

Team News

Arsenal: Oxlade-Chamberlain (lutut, Desember), Podolski (hamstring, akhir November), Diaby (lutut, Maret), Walcott (abdomen perut, 10 November), Flamini (hamstring, 10 November), Serge Gnabry (engkel, 10 November), Sanogo (Punggung, Unknown).

Liverpool: Luis Enrique (diragukan), Iago Aspas (paha).

Arsenal (4-2-3-1): Szczesny – Sagna, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Arteta, Ramsey – Wilshere, Ozil, Cazorla – Giroud

Cadangan: Fabianski, Vermaelen, Jenkinson, Monreal, Ryo, Rosicky, Bendtner.

Liverpool (3-5-2): Mignolet – Skertel, Toure, Sakho – Johnson, Gerard, Lucas, Henderson, Cissokho – Sturridge, Suarez

Cadangan: Jones, Agger, Kelly, Allen, Luis Alberto, Moses, Sterling.

Advertisements

5 thoughts on “Preview Pertandingan: Arsenal vs Liverpool

  1. agak ketar ketir juga, mengingat flamini blm main. semoga barisan pertahanan bisa fokus membaca serangan, dan pastinya harus solid. dag dig dug kiye..

    • Sebenarnya bukan Mignolet yg jelek, namun komposisi bek dan formasi 3-5-2 juga berpengaruh. Kebobolan 1-2 gol tidak masalah selama tim mampu mencetak gol lebih banyak.

  2. Pingback: Preview FA Cup: Arsenal vs Liverpool | Shenley Ground

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s