Preview Pertandingan: Manchester Utd. vs Arsenal

Cazorla berhasil mencetak gol ke gawang Man Utd. EPL 2012/2013.

Cazorla berhasil mencetak gol ke gawang Man Utd. EPL 2012/2013.

Tiba akhirnya di ujung rally seri pertama, tujuh pertandingan dalam 23 hari, Arsenal sukses membukukan hasil yang bagus terutama di Liga Premier Inggris. Meski gagal di CO Cup, Arsenal berhasil membalas kekalahan lawan Dortmund di UCL. Untuk kompetisi EPL, Arsenal memcatatkan hasil sempurna, rally yang dimulai pada 19 Oktober lalu sudah membuahkan 3 kemenangan beruntun (EPL).

Dua kekalahan yang diderita masing-masing dari Dortmund (UCL) dan Chelsea (COC) tidak mempengaruhi performa di EPL.

Kekalahan melawan Dortmund merupakan kesalahan individual pemain, sedangkan saat melawan Chelsea, Arsenal kalah dari segi kualitas pemain yang diturunkan. Bila kekalahan yang terjadi bukan karena badai cedera atau kurangnya kualitas secara tim, maka tidak akan terjadi kekalahan beruntun.

Pertandingan melawan Manchester United nanti adalah ujian terakhir sesi pertama, ujian sesi berikutnya akan terjadi di bulan Desember, saat itu kita akan menghadapi Man City dan Chelsea secara berurutan.

Setelah pertandingan melawan MU adalah jeda internasional 14 hari yang bisa digunakan untuk “istirahat” beberapa pemain (bila tidak dipanggil timnas) sembari menunggu pulihnya Walcott, Sanogo, Chamberlain, dan Podolski.

Arsenal sudah melewati dua ratus lima puluh dua pertandingan tandang tanpa terkalahkan. Performa Arsenal saat tandang jauh melebihi saat partai kandang di Emirates.

We have won nothing at all, we have just won two games, and what is important is what we achieve in the future. – Arsene Wenger

Manchester United

David-Moyes-with-head-in-hands-at-Manchester-City

Masih Pusing

Man Utd dikatakan (oleh pengamat) masih mencari bentuk permainan terbaiknya.

Kalau saya bilang: “Pe(r)main(an) terbaik MU ketinggalan di bursa transfer.”

Perubahan skema permainan dari SAF ke Moyes juga cukup berpengaruh. SAF memfokuskan serangan dari sayap sedangkan Moyes bermain lebih ketengah.

Inti pola permainan SAF adalah serangan cepat dengan umapan jauh. serangan dimulai pada bola yang diberikan kepada holding midfielder (Carrick) yang kemudian memberikan umpan lambung ke pemain sayap tanpa melihat posisinya. Pemain sayap di haruskan berlari untuk mengejar bola dan kemudian memberikan umpan kepada penyerang atau melalukan tusukan langsung bila merasa bebas. Pemain lawan yang biasanya masih berada di area pertahanan lawan (biasanya setelah CK atau FK) akan dibuat tak berkutik dengan umpan cepat MU.

Anehnya adalah bila Moyes belum berhasil dengan sistemnya kenapa tidak kembali ke pola sederhana yang dimainkan SAF, bukankah komposisi pemain masih sama? Apa yang  tidak berhasil?

Selain pengalamannya menyusun taktik, SAF memiliki kemampuan sebagai motifator ulung diruang ganti, dia tak segan berkata keras dan memberikan sanksi bila pemainnya tidak bermain baik. Selain itu, SAF juga diakini memiliki “pengaruh” terhadap keputusan wasit dilapangan.

Kegagalan Man Utd di bursa transfer lalu adalah salah satu alasan buruknya permainan mereka, tidak hanya di EPL namun juga di semua kompetisi. Batal berlabuhnya Fabregas – yang memang tidak berniat pindah – membuat lini tengah Man Utd semakin tertinggal dari pesaing-pesaingnya. Perubahan dari pola 4-4-2 SAF ke 4-2-3-1 yang dimainkan Moyes tidak memberikan hasil optimal karena tidak adanya gelandang kreatif sekelas Ozil atau Cesc di tengah.

Mereka juara pada 2013 bukan karena memiliki tim yang superior melainkan karena efektifias serangan yang tinggi (RvP-Rooney) plus suntikan mental daari motivator Sir Alex Ferguson.Keberuntungan mereka selanjutnya adalah performa Man City yang naik turun plus belum stabilnya Chelsea karena masalah internal (pelatih).

Pembelian Fellaini sama saja menumpuk dua holding midfielder, padahal MU lebih membutuhkan seorang gelandang kreatif. Efeknya adalah sering terjadi rotasi pemain, rotasi yang sifatnya coba-coba ini berakibat negatif terhadap raihan tim.

Untuk pertandingan melawan Arsenal, Man Utd kehilangan beberapa pemaain pentingnya, antara lain : Evans (punggung), Rafael (engkel), Cleverley (kepala), Welbeck (lutut). Pemain-pemain ini merupakan pemain cadangan yang sering menggantikan pemain utama bila terjadi kebuntuan.

Pertahanan mereka kurang lebih sama dibanding musim lalu, masih sering kebobolan terutama melalui set piece dan bola udara. Cederanya Rafael akan sedikit memudahkan pergerakan Gibbs-Cazorla di sisi  kiri.

Tactical Analysis

Setelah beberapa pertandingan terpesona dengan permainan Flamini, kita kembali menyadari peran lain Arteta. Meski dianggap lemah saat perebutan bola, kemampuan Arteta dalam akurasi passing dan membagi bola tidak ada duanya di Arsenal.manutd v ars

Baik Flamini atau Arteta, keduanya memiliki kemampuan yang berbeda dan akan sangat membantu bila dimainkan untuk menghadapi lawan yang sesuai. Kehilangan keduanya secara bersamaan adalah sebuah musibah, hal ini terlihat saat Arsenal bertemu Chelsea di CO Cup. Selain tidah ada perlindungan oleh gelandang yang dimainkan oleh Ramsey, pemain belakang juga kebingungan unruk mengalirkan bola ketengah, efek dominonya, serangan menjadi lambat dan tumpul.

Man Utd memiliki kelemahan di sektor tengah, kelemahan yang sebenanya sudah terlihat sejak musim lalu saat masih ditangani SAF. Arsenal yang memiliki keunggulan di sektor ini sudah pasti akan mengekploitasinya. Meski begitu, Man Utd memiliki Fellaini yang unggul dalam sisi fisik dan sering menyulitkan pemain Arsenal untuk mengembangkan permainan.

Pertahanan Man Utd juga sedikit lemah menyusul cederanya Evans dan Rafael. Ferdinand dimasukan untuk mengisi posisi Evans dan Smalling menggantikan Rafael. Gibbs dan Cazorla akan lebih mudah masuk ke pertahanan Man Utd dibanding saat ada Rafael.

Satu yang mungkin jadi kendala adalah kelelahan pemain, karena kemarin baru saja menghadapi Liverpool, tandang ke Dortmund dan kembali melakukan perjalanan jauh London-Manchester.

Bermain di Old Trafford akan memaksa Man Utd untuk bermain menyerang. Kunci untuk menahan serangan Man Utd adalah dengan menghambat gelandang bertahan mereka melakukan umpan kedepan, mirip seperti kuncian terhadap Arteta. Karena dengan jalan ini serangan mereka lebih mudah diantisipasi. Serangan 4-2-3-1 Man Utd lebih pelan dari pada saat mereka menggunakan formasi 4-4-2.

Arteta akan memainkan peran vital menutup pergerakan Rooney, sedangkan RvP kita serahkan pada duet Mertesacker-Koscielny yang performa keduanya behasil mengamankan gawan Arsenal dari Liverpool dan Dortmund. Tinggal selanjutnya mencetak gol, yang sejauh ini gol Arsenal susah ditebak, seluruh pemain rata menciptakan peluang, bahkan Giroud pun sering mencetak assist. (woj)

Team News

Manchester United: Evans (punggung), Rafael (engkel), Cleverley (kepala), Welbeck (lutut).

Arsenal:  Flamini (hamstring, 10 November), Wilshere (engkel, 10 November), Walcott (abdomen perut, 23 November), Oxlade-Chamberlain (lutut, Desember), Podolski (hamstring, akhir November), Diaby (lutut, Maret), Sanogo (Punggung, Unknown).

Arsenal (4-2-3-1): Szczesny – Sagna, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Arteta, Ramsey – Ozil, Rosicky, Cazorla – Giroud

Cadangan: Fabianski, Vermaelen, Jenkinson, Monreal, Flamini, Gnabry, Bendtner.

Manchester United (4-2-3-1): De Gea – Smalling, Vidic, Ferdinand, Evra – Jones, Fellaini – Valencia, Rooney, Kagawa – van Persie.

Cadangan: Lindegaard, Buttner, Jones, Nani, Young, Januzaj, Chicarito.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s