Preview FA Cup: Arsenal vs Liverpool

Arsenal+v+Liverpool+Premier+League+w5Yc08qb9aux

Pertandingan babak kelima FA Cup antara Arsenal melawan Liverpool adalah pertemuan mereka yang ketiga musim ini. Di pertemuan pertama dan kedua saya sudah cukup membahas Liverpool secara taktik dan rasanya membosankan bila ulasan yang ketiga juga saya ulas tentang taktik lagi, karena taktik mereka tidak banyak berubah.

Dalam dua pertemuan di EPL musim ini, kedua tim mampu saling mengalahkan. Arsenal menang 2-0 di Emirates dan Liverpool mampu menang 5-1 saat di Anfield. Banyak yang kaget setelahnya, saya sendiri sudah memprediksi akan banyak gol tercipta (seri 2-2/ 3-3), namun bukan 5 untuk Liverpool.

Brendan Rodgers tak lagi memainkan formasi 3-5-2 (yang saya anggap bunuh diri) seperti di pertemuan pertama melainkan memainkan pola 4-4-2/ 4-1-4-1/ 4-2-3-1. Perubahan pola gelandang yang sangat cair sehingga menyulitkan untuk mengantisipasi serangan. Suarez ditinggal didepan sendiri dan saat menyerang diah hanya berfungsi sebagai pengoper bola bagi Sturidge atau Sterling.

Gerrard dan Henderson diinstruksikan untuk tetap berada di depan bek untuk melindungi pertahanan. Keduanya hanya melepaskan umpan lambung kepada Suarez tanpa meninggalkan posisi aslinya (hanya Henderson sesekali). Strategi ini berjalan karena Liverpool cukup beruntung bisa mencetak dua gol cepat. Namun ini juga membuktikan mereka tidak bodoh untuk terus-terusan menyerang saat sudah unggul.

Memang mungkin ceritanya berbeda bila Skrtl tidak menciptakan dua gol cepat, namun reaksi pemain Arsenal terbukti gagal menembus pertahanan Liverpool. Saya juga mencatat setelah gol pertama Skrtl, Arsenal mendapat peluang bagus di sisi kanan pertahanan Liverpool. Giroud mampu mengontrol bola tapi sedetik kemudian bola lepas dari kakinya tanpa gangguan berarti dari bel Liverpool. WTF. Bilagol, mungkin akan beda ceritanya.

Keunggulan skill Suarez sudah cukup untuk menempatkannya sendirian di depan. Coba anda bayangkan bila Giroud yang sendirian didepan, bisa apa? Tipikal mereka beda. Ya memang beda, makanya beli striker yang model begini, kamu juga ngotot Giroud cukup – Giroud cukup. Blender? Kalo bagus sih pasti udah laku. Gervi aja laku, lihat berapa golnya sekarang, bandingkan dengan Bendtner.

Liverpool adalah tim yang sejak dulu selalu garang bila bermain dikandang, namun bila bermain tandang (kekandang Arsenal), produktifitas gol mereka bisa turun hingga dibawah setengahnya.

Setelah melawan Liverpool, Arsenal juga harus menghadapi Bayern Munchen memaksa Wenger harus berbagi konsentrasi dan memecah skuad. Untuk pertandingan malam nanti Flamini sudah terbebas dari hukuman akumulasi kartu. Lumayanlah mengingat kondisi pemain tengah Arsenal yang membutuhkan suntukan pemain bertipe box to box.

Flamini dan Arteta akan diduetkan, eh? Trus UCL? Arteta tidak akan bermain lawan Munchen karena hukuman akumulasi kartu. Kemungkinan pertama Wenger memainkannya bersamaan dan mengganti salah satunya dibabak kedua, atau Wenger hanya akan memainkan Arteta baru kemudian Flamini dimasukan. Whatever, yang pasti Rosicky ditarik lebih awal saat lanan Man Utd mengindikasikan dia strater untuk pertandingan ini.

Beberapa pemain cadangan juga akan diturunkan seperti Fabianski, Jenkinson, Monreal, Bendtner, Sanogo, dan Podolski. Untuk Podolski saya tidak tahu alasan dia selalu dicadangkan. Saat lawan Man Utd, saat Giroud gagal mencetak gol, mengapa Wenger tidak memasukkannya. Yang paling konyol adalah saat ditahan imbang 2-2 oleh Soton. Kita butuh gol dan Poldi dimasukkan, tapi itu sudah menit SEMBILAN PULUH! WTF.

olivier-giroud_2820845b

Pelatih biasanya akan memasukkan pemain menyerang dimenit-menit akhir bila timnya sudah unggul banyak gol dan biasanya kondisi ini hanya untuk penyerang muda yang butuh menit bermain. Giroud sendiri memang menjadi salah satu set up saat Arsenal bertahan dari corner kick atau free kick. Wenger seperti sedang dihinggapi sindrom status quo.

Saya: ” Apa yang anda lakukan saat striker anda belum bisa mencetak gol?”

Wenger: “Kita tidak kebobolan.”

Saya: “Arsenal butuh gol?”

Wenger: “Kita tidak kebobolan.”

Saya: “Gantilah atau tambahlah striker anda.”

Wenger: “Kita bisa kebobolan. Itu bisa merusak kestabilan pertahanan.”

Saya tidak anti Giroud, yang saya maksud adalah lakukan pergantian atau masukan striker lebih banyak untuk mencetak gol. Wenger memang melakukannya seperti saat sudah kalah lawan Man City dan Liverpool dengan memasukan lebih banyak pemain menyerang. Namun hal ini tidak dilakukan saat keadaan imbang (quo) lawan Soton dan Man Utd dimana satu gol yang tercipta bisa menhasilkan lebih banyak poin, seri kita kehilangan lebih banyak.

Hitungannya saat Arsenal seri lawan Soton dan Man Utd total poin yang didapat adalah 2, sedangkan bila kita menang lawan Soton dan kalah lawan Man Utd total poin yang didapat adalah tiga. Ada selisih 1 poin yang sangat besar nilainya.

Bila Arsenal hanya akan menurunkan tim campuran (cadangan), Liverpool akan menurunkan pemain regulernya karena mereka tidak bermain di kompetisi Eropa. Dalam dua babak penyisihan FA Cup sebelumnya mereka juga memainkan tim utamnya kecuali kiper Simon Migolet. Saya rasa Piala FA adalah target utama mereka di awal musim.

Menurut saya lebih baik Arsenal menurunkan pemain terbaiknya bila ingin lolos ke perempat final Piala FA. Sering terjadi saat konsentrasi Arsenal terpecah, Arsenal menurunkan pemain yang lemah untuk pertandingan pertama (yang dianggap lebih kecil dari pertandingan berikutnya). Namun yang sering terjadi adalah Arsenal kalah didua pertandingan tersebut.

Bukan soal kualitas tim yang diturunkan namun karena secara secara psikologis pemain mentolerir kekalahan dan efeknya terbawa ke pertandingan berikutnya. (woj)

LFC FA

Team News

Arsenal: Cazorla (sakit, 19 Februari) Ramsey (paha, 1 Maret), Kallstrom (punggung, Maret), Diaby (lutut, Maret), Walcott (lutut, Juni).

Liverpool: Glen Johnson (engkel), Mamadou Sakho (hamstring), Daniel Agger (tulang kering), Lucas Leiva (lutut),  Luis Enrique (lutut).

Arsenal (4-2-3-1): Fabianski – Jenkinson, Mertesacker, Koscielny, Monreal – Arteta, Flamini – Gnabry, Ozil, Rosicky – Podolski

Cadangan: Szczesny, Sagna, Gibbs, Chamberlain, Wilshere, Bendtner, Sanogo.

Liverpool (4-3-3): Mignolet – Cissokho, Skertel, Toure, Flanagan – Gerrard, Henderson, Coutinho – Sturridge, Sterling, Suarez.

Cadangan: Jones, Kelly, Allen, Luis Alberto, Aspas, Moses, Ibe.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s