Preview Pertandingan: Everton vs Arsenal

“He likes to score goals with his head.” – melek bro!

Pekan ke 33 Liga Inggris, Arsenal akan betamu ke kandang Everton di Goodison Park. Enam pertandingan tersisa di EPL menempatkan Arsenal di peringkat empat, dibuntuti oleh Everton dengan selisish 4 poin namun masih menyimpan 1 pertandingan. Hanya dalam dua minggu Arsenal berubah dari pesaing juara menjadi kompetitor empat besar untuk tiket UCL.

Kekalahan lawan Stoke dan Chelsea serta hasil seri lawan Swansea membuat Arsenal sulit untuk meraih gelar juara. Ya meski secara matematis masih terbuka. Tetapi kalau hanya berdasar matematis pula, Everton dan bahkan Tottenham masih bisa mengejar poin peringkat pertama.

Melihat ada tiga tim yang harus dilewati, ketiganya harus kalah 2 kali dan 1 kali seri agar poin Arsenal menjadi seimbang.Sebuah kombinasi yang sulit untuk terjadi, paling banter Arsenal hanya akan naik 1 peringkat diakhir musim. Posisi juara hanya saya anggap bonus bila Arsenal mampu menyapu bersih enam pertandingan tersisa, target utama saat ini adalah mengamankan tiket UCL musim depan*.

Minggu lalu Arsenal “berhasil” menahan imbang Man City 1-1 di Emirates yang menjadikan Emirates bebas dari kekalahan melawan tim Big Four musim ini. Meski hanya seri namun pemain-pemain Arsenal menunjukkan semangat bertanding yang luar biasa, berbeda dengan saat kalah 5-1 atau 6-0. Pemain Arsenal mengejar kemanapun lawan membawa bola, membatasi ruang geraknya, bahkan Cazorla-pun turut melakukan pressing saat kehilangan bola.

Di lain tempat, Everton bertamu ke Craven Cottage kandang dari Fulham dan berhasil menang 3-1 yang memperpanjang catatan kemenangan mereka menjadi 5 kali beruntun berbading terbalik dengan Arsenal yang hanya mencatatkan 1 kemenangan dalam 5 pertandingan terakhir dandua diantaranya berakhir dengan kekalahan.goodison4

Catatan Everton di Goodison Park yang menjadi panggung pertandingan malam nanti cukup membuat keder setiap tamu yang berkunjung. Dari 15 pertandingan yang dimainkan disana, hanya sekali tim tamu bisa mencuri poin penuh, tiga kali berakhir imbang dan sisanya harus pulang dengan tangan hampa.

Dalam enam pertandingan terakhir di kandang, Everton mencatatkan 100% kemenangan. Kekalahan terakhir dan satu-satunya di Goodison Park terjadi pada 12 Desember lalu dari Sunderland. Saat itu Everton harus bermain dengan 10 orang pemain setelah Tim Howard dikartu merah. Dari tendangan penalti yang diambil oleh Sung Yong Ki berbuah gol dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut.

Kesuksesan Everton tiap kali bermain dikandang salah satunya didukung oleh panjang lapangan Goodison Park. Dengan hanya memiliki panjang 100 meter, stadion yang menjadi salah satu stadion sepakbola tertua didunia ini lebih pendek 5-10 meter dibanding dengan panjang stadion modern masa kini. Lapangan yang pendek lebih memudahkan pemain dalam mengkover area, pemain lebih mudah dalam transisi menyerang-bertahan karena jarak kedua gawang lebih pendek.

Lapangan pendek pernah pula dimiliki oleh Arsenal saat masih bermain di Highbury yang hanya memiliki panjang lapangan 98 meter dan kerap disebut menjadi keuntungan Arsenal saat bermain dikandang kala itu.

Tactical Analysis

Dengan melihat posisi Everton yang tepat dibawah Arsenal serta catatan kandangnya, mereka adalah lawan yang sangat seimbang bagi Arsenal. Pada pertemuan pertama Everton mampu menahan imbang 1-1 di Emirates, sedangkan kemenangan Arsenal 4-1 atas lawan yang sama kurang bisa menggambarkan kekuatan asli Everton karena dua pemain utamanya tidak bermain. Jagielka dan Howard tidak dimainkan saat Arsenal bertemu Everton di piala FA.

Everton memiliki skuad yang bagus meski beberapa diantaranya berstatus pinjaman. Pondasi dasar mereka adalah lini pertahanan (termasuk gelandang bertahan) yang cukup solid dalam membendung serangan lawan. Sedangkan lini penyerangan mengandalakan Lukaku yang dipinjam dari Everton yang didukung oleh pergerakan Barkley, Kevin Mirallas.

Arsenal akan sedikit terbantu dengan absennya Phil Jagielka di jantung pertahanan karena cedera. Tempatnya akan digantikan oleh John Stones, pemain muda, minim pengalaman. Martinez mendeksripsikan pemain ini memiliki kecepatan namun memiliki fisik yang kurang mumpuni terutama bila harus berhadapan dengan Giroud. Stones juga yang kemarin menjadi palang pintu bersama Distin saat kebobolan 4 gol di FA Cup.

The Gunners hnaya memiliki sedikit pilihan pemain karena masih banyak pemain yang cedera. Minggu ini hanya Aaron Ramsey yang sudah mulai berlatih dan bisa masuk ke bangku cadanga. Mezut Ozil masih cedera hingga minggu depan, dia dijadwalkan palung cepat bisa bermain di semifinal Piala FA. Sedangkan Wilshere baru akan kembali berlatih penih selang 7-10 hari kemudian.

Pemain-pemain belum sepenuhnya pulih, Arsenal harus kehilangan Kerran Gibbs karena cedera engkel. Untung saja Monreal bisa pulih pada waktunya dan akan mengisis posisi bek kiri malam nanti. Vermaelen dan Mertesacker masih akan menjadi tembok terakhir Arsenal setidaknya hingga 1 minggu kedepan menunggu pulihnya cedera Koscielny. Di pertandingan lawan City keduanya sangat solid mengantisipasi setiap serangan, terutama blocking shoot dan intersep bola udara.

Untuk memenangkan pertandingan ini pertahanan Arsenal harus benar-benar solid, terutama saat menghadapai set piece. Pelanggaran di area berbahaya depan gawang juga harus diminimalisir karena Baines yang sudah mencetak 4 gol dan 2 assist sering mengeskekusi bola berbahaya kedepan gawang. Bemain melawan tim kuat kita harus humble, agar tidak terpancing bermain terbuka. Tiga poin mutlak diperlukan untuk mengamankan tiket UCL,  pertandingan melawan tim 1 peringakat diatas atau dibawah kita selalu bernilai lebih dari 3 poin. (woj)

 

Team News

Everton: Jagielka (hamstring), Pienaar (lutut), Traore (hamstring), Oviedo (patah kaki), Gibson (lutut), A Kone (lutut).

Arsenal: Koscielny (diragukan – hamstring), Arsenal: Kierran Gibbs (engkel, diragukan),  Mezut Ozil (hamstring, 12 April), Jack Wilshere (kaki, 19 April ), Walcott (lutut, Juni).

 

Everton (4-2-3-1): Howard – Coleman, Stones, Distin, Baines – McCarthy, Barry – Mirallas, Barkley, Osman – Lukaku.

Cadangan: Robles, Bowning, Alcarez, Hibbert, Aiden McGeady, Deulofeu, Naismith.

Arsenal (4-2-3-1): Szczesny – Sagna, Mertesacker, Vermaelen, Monreal – Arteta, Falmini– Rosicky, Cazorla, Podolski– Giroud.

Cadangan: Fabianski, Jenkinson, Heyden, Kallstrom, Chamberlain, Ramsey, Sanogo.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s