Preview Pertandingan: Leicester City vs Arsenal

83945454

Menutup bulan Agustus dan juga penutup sebelum jeda internasional Arsenal harus bisa mencuri tiga poin yang disediakan di King Power Stadium, kandang Leicester City.

Sebagai tim prosmosi, The Foxes belum berhasil mepersembahkan kemenangan bagi pendukungnya. Salah satu alasan adalah karena Leicester harus bertemu dengan tim-tim mapan di EPL seperti Everton dan Chelsea. Kesuksesan menahan seri Everton 2-2 di pekan pertama adalah pembuktian diri sebagai juara Divisi Championship musim lalu.

Menginjak pekan ke 3, Leicester menjadi satu-satunya tim promosi yang mampu meraih poin dan kini duduk di peringkat 16. Penampilan mereka lawan Chelsea juga cukup baik, Kasper Schmeichel berhasil membuat barisan depan Chelsea frustasi hingga menit ke 62.

Alexis Sanchez telah membuka rekening golnya di Arsenal dan meloloskan The Gunners ke fase grup Liga Champion untuk kali 17 beruntun. Arsenal menunjukkan semangat yang tinggi saat mengalahkan Besiktas dan seharusnya bisa menggandakan keunggulan bila saja Chamberlain melepaskan tendangan yang lebih kuat. Semangat yang sama juga ditunjukkan minggu sebelumnya saat mengejar ketertinggalan 2-0 dari Everton.

Leicester City 

Performa Leicester City di Era EPL. (Foto: Wikipedia)

Performa Leicester City di Era EPL. (Foto: Wikipedia)

Setelah absen selama 10 tahun, akhirnya Leicester kembali ke Premiership dengan status juara Divisi Championship. Klub yang pernah membesarkan nama Gary Lineker dan Gordon Banks ini  berhasil melewati masa-masa sulit peralihan kepemilikan yang timbul dari hutang klub ditahun-tahun sebelumnya. Leicester bahkan sempat terdegradasi ke League One (kasta ketiga) dimusim 2008-2009.

Dengan dukungan perusahaan yang bergerak di toko bebas pajak, King Power International, Leicester perlahan lepas dari hutang dan kontroversi. Di tahun 2011 King Power resmi membeli hak penamaan stadion yang terletak di Filbert Road ini. King Power bahkan berjanji menambah kapasitas stadion sebanyak 10 ribu bila Leicester promosi dan bertahan di EPL.

Leicester sempat mencuri perhatian Publik saat mengontrak mantan pelatih timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson ditahun 2010 dengan harapan tinggi bisa segera promosi ke EPL. Akhirnya Leicester kembali ke cinta lama mereka yang mengangkat tim promosi ke Divisi Championship (2009) dan Divisi Utama (2014), Nigel Pearson.

Seperti kebanyakan pelatih tradisional Inggris, Pearson memainkan pola 4-4-2 dengan dua striker murni sebagai ujung tombak. Rekrutan baru mereka, Matthew Upson dan Esteban Cambiasso belum bisa tampil salah satunya karena cedera. Licester juga merekrut Marc Albrighton dan Leonardo Ulloa untuk memperkuat lini serang dan megurangi ketergantungan terhadap David Nugent.

Tactical Analysis

Cederanya Oliver Giroud akan memaksa Arsenal memainkan Sanchez sebagai striker tunggal. Dalam 2 pertandingan EPL taktik ini masih gagal menciptakan gol. Giroud yang harus absen setidaknya hingga Januari membuka lubang di pertahanan karena striker Perancis ini tak jarang ikut membantu pertahanan dari setpiece lawan.

Kecepatan Sanchez dan permainan umpan akurat Ozil akan lebih berguna bila bek lawan berdiri terlalu jauh dari gawang sehingga tercipta ruang yang cukup untuk melakukan sprint. Sejauh ini belum berjalan karena pergerakan yang masih mudah dibaca serta kecenderungan pemain Arsenal memaksa memainkan umpan terobosan meski lawan sudah penuh di kotak penalti.

Arsenal masih bertumpu pada Ramsey dalam menghasilkan peluang dan gol. Pergerakan Ramsey memang bisa dijaga diarea luar kotak penalti, namun saat memasuki kotak, dia bisa ada dimana saja. Wenger masih akan memainkan pola 4-1-4-1 karena tidak memiliki winger dan pivot untuk bermain di pola 4-2-3-1.

Meski selalu kalah dalam penguasaan bola, Leicester City mampu menciptakan peluang ke gawang lawannya. saat lawan Chelsea lalu, Leicester mampu menciptakan peluang lewat serangan balik. Pemain-pemain mereka cukup solid dan tak banyak berubah dari musim sebelumnya. Pemain-pemain Leicester City juga tahu kemana bola harus diarahkan untuk memulai serangan balik. Arsenal, dalam hal ini Flamini sebagai tembok pertama, harus bisa menahan serangan Leicester agar gol semacam Naismith kemarin tidak terulang.

Ulloa adalah pemain yang harus diwaspadai, striker Argentina ini sudah mencetak golnya di pekan pertama EPL dan musim lalu saat baru di beli oleh Brighton & Hove Albion dia berhasil mencetak gol perdana kala bertemu Arsenal di FA Cup. Bola udara dan umpan daerah adalah makanan favoritnya.

Leicester adalah tim kedua terproduktif dan ketiga paling sedikit kebobolan di liga musim lalu. Arsenal harus pintar-pintar membongkar pertahanan. Bila masih kesulitan, dibabak kedua Arsenal bisa memasukan Yaya Sanogo atau Lukas Podolski untuk menambah daya gedor.

Minggu ini Arsenal memiliki peluang naik ke puncak klasemen karena tim rival harus berhadapan dengan tim kuat. Spurs bertemu Liverpool dan Chelsea bertandang ke Goodison Park tanpa Diego Costa yang mengalami cedera hamstring. Bilapun gagal, karena Man City hanya bertemu Stoke City, setidaknya Arsenal tidak membuang poin secara percuma pada tim papan bawah. (woj)

 

Team News

Leicester City: Matthew Upson (kaki, unknown), Matthew James (benturan, 13 September)

Arsenal: David Ospina(hamstring, 13 September), Kierran Gibbs (hamstring, 13 September), Mikel Arteta (engkel, 13 September), Walcott (lutut, 13 September), Serge Gnabry (lutut, unknown), Oliver Giroud (retak tulang kering, Januari 2015).

Leicester City (4-4-2): Schmeichel – Laet, Moore, Morgan, Konchesky – Mahrez, King, Hammond, Knockaert – Ulloa, Nugent.

Cadangan: Hammer, Wasilewski, Hooper, Albrighton, Knockaert, Fletcher, Wood.

Arsenal (4-1-4-1): Szczesny – Debuchy, Koscielny, Mertesacker, Monreal – Flamini – Cazorla, Ramsey ,Wilshere, Ozil, – Sanchez.

Cadangan: Martinez, Chambers, Rosicky, Chamberlain, Posolski, Campbell, Sanogo.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s