Suporter Keblinger Berulah, Arsenal kena Getahnya

By9EWv6IcAAKK1l

UEFA membuka proses penjatuhan sanksi atas insiden penyalaan dan pelemparan kembang api (flare). Suporter Galatasaaray yang jadi tersangka sudah pasti akan menerima hukuman dari federasi sepakbola Eropa, sedangkan Arsenal yang menjadi penyelenggara masih akan diperiksa terkait sistem pengamanan dan pemeriksaan penonton.

Suporter Glatasaray yang dimotori oleh ultrAslan memang kerap menyalakan flare saat tim mereka bertanding untuk membuat atmosfer yang mengintimidasi lawan. Namun UEFA memiliki aturan yang ketat dan melarang segala bentuk kembang api didalam stadion demi keselamatan bersama.

Saya masih okelah kalau hanya menyalakan flare, namun tidak kalau sampai melemparkannya ke lapangan. Kelakuan seperti ini hanya memperlihatkan keputusasaan suporter–dalam hai ini ultrAslan–dalam mendukung timnya yang bermain di bawah harapan.

Arseblog mendeskripsikan pelemparan flare ini dengan kalimat, “After they went 2-0 down, they tried to distract everyone from how bad their team is by trying, unsuccessfully, to set fire to the pitch (the fans are as bad as team in that regard).”

Sedangkan saya menyebut suporter macam ini sebagai suporter keblinger (keblinger /keb·li·nger/ Jw v sesat; keliru), suporter yang lupa bahwa panggung sebenarnya ada di lapangan hijau (@decungkringo). Penonton (utamanya) datang untuk melihat pertandingan sepakbola, bukan tingkah laku penonton lainnya apa lagi kelakuan macam suporter keblinger tadi.

Galatasaray terancam hukuman menjalani pertandingan tanpa penonton akibat insiden yang dilakukan oleh suporternya. Arsenal juga terancam menerima sanksi yang kemungkinan berupa denda atau kewajiban lainnya akibat dianggap lali dalam menjaga keamanan pertandingan dengan lolosnya benda berbahaya (flare dan botol) masuk ke stadion.

Beberapa suporter arsenal mengaku pengamanan terasa longgar pada pertandingan malam itu. Dia yang biasanya tidak bisa membawa masuk botol minuman, kali ini bisa. Pihak keamanan Arsenal juga hanya memeriksa tas bawaan suporter tamu dan tidak meminta mereka untuk membuka jaket dimanan benda-benda terlarang sering disembunyikan.

Sedangkan perlakuan berbeda diterapkan oleh UEFA untuk Anderlecht yang menggelar pertandingan lawan Borrusia Dortmund yang pada pertandingan tersebut juga terjadi insiden penyalaan serta pelemparan kembang api namun dirasa Anderlecth telah melakukan pemeriksaan yang mencukupi dan bukan kesalahan tuan rumah.

Selain Arsenal vs Galatasaray dan Anderlecht vs Dortmund, FC Basel juga akan diperiksa karena suporternya melemparkan benda ke dalam lapangan. UEFA akan melakukan persidangan kasus-kasus diatas pada 16 Oktober mendatang.

Pemeriksaan satu-persatu terhadap suporter tamu yang biasanya berkisar 3000-4000 orang bukan pekerjaan yang mudah bahkan cenderung sulit terlebih bila sang pelaku memiliki keinginan kuat untuk menyelundupkan barang. Minimal Arsenal harus menerapkan standar pemeiksaan menyeluruh (bukan hanya tas) termasuk membuka jaket dan meraba anggota badan seperti diungkapkan oleh mantan penjaga keamanan Highbury (@OldBaldGooner) dan tak jarang barang-barang tersebut ditemukan pada suporter perempuan.

Suporter Arsenal sendiri menginginkan pemeriksaan yang ketat kepada suporter tamu seperti yang pernah mereka rasakan saat awayday ke Napoli musim lalu sampai-sampai mereka telat masuk ke stadion. (woj)

UEFA sanksi

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s