Preview Pertandingan: Chelsea vs Arsenal

Jangan terulang. Come on Arsenal!

Jangan terulang. Come on Arsenal!

Arsenal pekan lalu membuang peluang menang atas tim London lainnya, Tottenham Hotspurs. Alih-alih bisa unggul, Arsenal malah kecolongan gol lewat Nacer Chadli. Meski menguasai pertandingan, Arsenal kesulitan membobol gawang Spurs karena tanggunhnya Kaboul dan Lloris menghalau bola yang mengarah ke gawang. Yang patut disayangkan juga adalah Arsenal gagal mengkonversi 16 kali tendangan sudut untuk menjadi gol.

Seperti kita ketahui, Chelsea sangat superior diliga awal musim ini. Sama-sama belum terkalahkan namun Chelsea mencatatkan hasil semurna 9 poin dari 3 pertandingan dikandang. Total 16 poin yang mereka dapat dari 6 pertandingan menempatkan The Blues di posisi puncak klasemen sementara berselisih 6 poin dari Arsenal diposisi 4.

Chelsea

Kedatangan Diego Costa seperti puzzle yang menyempurnakan tim. Dari sebelumnya Chelsea cuma jago bertahan, kini mereka juga galak di depan. Chelsea juga mendatangkan mantan kapten Arsenal, Cesc Fabregas ke Stamford Bridge. Kehadirannnya membuat lini tengah Chelsea lebih kreatif dan hubungan Cesc dengan Diego di timnas Spanyol membuat keduanya mudah menyatu dan saling bekerja sama.

Line-up musim lalu dan perkiraan line-up tanggal 5 Oktober.

Line-up musim lalu dan perkiraan line-up tanggal 5 Oktober.

Tujuh gol yang bersarang ke gawang Courtois musim ini adalah peningkatan 130% dibanding musim lalu yang hanya kebobolan 3 gol dalam 6 pertandingan. Kita sudah melihat bagaimana Chelsea terus ditekan oleh Man City. Tercatat 16 kali The Citizen melakukan serangan berbanding 6 milik Chelsea. Bahkan dibabak pertama Chelsea sama sekali tidak menyerang dan menempatkan pemain dalam mode bertahan termasuk Costa.

Saya sempat “senang” dengan penempatan Cesc sebagai CMF bersama Matic karena Cesc sering meninggalkan lubang dan kebeulan juga Matic jadi ikut-ikutan naik terlalu jauh. Contohnya adalah proses gol yang diciptakan oleh Everton dan Huntellar.

Tapi sayangnya Mou sudah memperthatikan hal ini dan berencana memainkan Obi Mikel bersama Matic yang unggul dalam segi fisik untuk mem-bully gelandang-gelandang mungil Arsenal. Selain itu The Special One pasti akan menempatkan empat beknya tidak terlalu jauh dengan kiper untuk meminimalisir efek kecepatan Sanchez dan Welbeck.

Posisi Fabregas akan digeser kedepan menempati peran No. 10, sama seperti posisi yang dimainkan oleh Ozil di Arsenal akhir-akhir ini. Dengan susunan seperti ini maka bisa dianalogikan Mikel menggantikan David Luiz dan Fabregas menggantikan Oscar.

Di sayap depan, Chelsea bisa memainkan Hazard dan Willian yang menawarkan keseimbangan lebih baik dibanding Schurrle. Hal ini karena Willian sering bergerak ke tengah dan berperan “seperti” Ramires saat kehilangan bola.

What should we do

Arsenal menghindari mimpi buruk 6-0 kembali terulang. Serangan Chelsea yang sebenarnya biasa saja dan tidak masif, namun efekif menghasilkan gol yang dicetak oleh Eto’o, Schuerle, Hazard, Oscar (2), dan Salah. Jarak yang terlalu jauh

Mengantisipasi serangan balik Chelsea, Arsenal bisa menginstruksikan garis pertahanan lebih kebelakang sehingga kita balikkan dari Chelsea yang memanfaatkan counter attack menjadi Arsenal yang menyerang balik. Terlebih dengan kehadiran Welbeck dan Sanchez tentunya strategi ini bisa berjalan dibanding saat hanya mengandalkan Giroud yang membutuhkan gempuran intens untuk mencetak gol.

Kehilangan Arteta karena cedera saat melawan Spurs minggu lalu merupakan kerugian besar. Terlihat setelah Arteta keluar, serangan dan pressing Arsenal sedikit mengendur. Flamini yang menjadi deputi diposisi ini sejak lama tidak pernah mendapat kepercayaan penuh dari suporter. Gol Nacer Chadli bermula dari Flamini yang kehilangan bola didepan kotak penalti. Untuk sekarang, setidaknya hingga Arteta dan Diaby pulih, kita harus bersabar dan memaklumi Flamini.

Saya juga tidak ingin Wilshere bermain menemani Ozil dan Flamini ditengah. Saat melawan Spurs kemarin kontribusinya sangat kurang. Sebahai gelandang tengah seharusnya dia bisa melepas tekel untuk merebut bola atau berperan seperti Ramsey yang saat ini sedang cedera. saya sulit membanyangkan Flamini bekerja sendirian memutus serangan Chelsea.

Kunci menahan Chelsea mencetak gol tentu saja dengan mematikan pergerakan Diego Costa. Pekerjaan ini sebenarnya tidak terlalu sulit karena cukup menjauhkan Costa dari gawang. Yang susah adalah bagaimana menahan gelandang-gelandang Chelsea agar tidak menguasai lapangan tengah karena Costa tidak akan ada di area gawang bila gelandang-gelandang Chelsea belum menguasai lini tengah.

Costa memiliki keterbatasan dalam pergerakan dan area dimana dia bisa mencetak gol. Golnya musim ini seluruhnya dicetak dari jarak kurang dari 15 meter dari gawang. Dia tidak memiliki tendangan keras akurat atau kemampuan 1 on 1 yang mumpuni seperti diperlihatkan saat berhadapan dengan kiper Sporting Lisbon yang gagal menjadi gol.

Mourinho hanya menerapkan taktik yang memungkinkan timnya memiliki peluang untuk menang–meski itu dengan menempatkan semua pemain di daerahnya sendiri, kata Jammie Carragher. “itu jenius, bukan negatif.”

Memang ada benarnya juga, tergantung bagaimana pintar-pintanya Arsenal membongkar pertahanan The Blues. Atau Arsenal juga bisa menerapkan taktik yang sama dan hanya mengandalkan serangan balik seperti yang telah dibahas di atas. Arsenal berpeluang mencetak 1 gol atau masksimal 2 dan Chelsea mudah saja mencetak 2 gol. Yang pasti tidak ada skor 6-0 karena hal (selisih) itu tidak terjadi setiap hari. (woj)

 

Team News:

Chelsea: Ramires (lutut, 18 Oktober), Didier Drogba (engkel, 18 Oktober).

Arsenal: Theo Walcott (pemulihan, 18 Oktober), Serge Gnabry (pemulihan, 18 Oktober), Yaya Sanogo (hamstring, 18 Oktober), Aaron Ramsey (engkel, 1 November), Mikel Arteta (paha betis, 1 November), Mathieu Debuchy (engkel, 20 Desember), Olivier Giroud (retak tulang kering, Januari 2015).

Chelsea (4-2-3-1): Courtois – Ivanovic, Cahill, Terry, Azpilicueta – Matic, Mikel – Willian. Fabregas, Hazard – Costa.

Cadangan: Cech, Luis, Zouma, Oscar, Salah, Remy, Schurrle.

Arsenal (4-1-4-1): Szczesny – Chambers, Mertesacker, Koscielny, Gibbs – Flamini – Sanchez, Chamberlain Wilshere, Ozil, Cazorla – Welbeck.

Cadangan: Ospina, Monreal, Bellerin, Chamberlain Wilshere, Rosicky, Podolski, Campbell.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s