Preview Pertandingan: Arsenal vs Liverpool

Replay that performance!

Arsenal berhasil meraih kemenangan pertamanya musim ini saat berandang ke Selhurst Park, kandang Crystal Palace. Skor 2-1 diperoleh dengan susah payah karena ketangguhan kiper cadangan, Alex McCarthy dengan 6 kali penyelamatan dari 7 shoot on goal yang dicatatakan oleh Giroud dkk. Arsenal hanya akan pulang dengan 1 poin bila bukan karena kengototan Sanchez mengejar umpan liar yang memaksa Delaney membelokkan bola ke gawangnya sendiri.

Pada pertandingan ini saya menyoroti performa pertahanan Arsenal yang dalam 2 pertandingan sudah kebobolan 3 gol. Dua gol yang dicetak oleh lawan saya perhatiakan memiliki skema yang mirip. Ingat gol Zarate pada pertandingan pekan pertama? Saat itu tendangan pemain Argentina ini dengan bebas mengoyak jala Petr Cech, padah bila di perhatikan seksama, ada pemain bertahan Arsenal yang face to face  dengan arah datangnya bola. Pola yang sama kembali terulang saat tendangan jarak jauh Joe Ward menembus gawang Cech. Pemai bertahan yang sama berdiri dalam posisi yang bagus untuk memblok bola namun dia memilih untuk pasif dan membiarkan Cech tertunduk karena selalu kebobolan dan tampak bodoh. Dan dia adalah Laurent Koscielny.

Rating pemain Perancis ini menurut whoscored.com jadi yang terbaik diatara pemain Arsenal lainnya dengan catatan intersep, clearence, dan tekel yang saya bilang outstanding. Namun menjadi tak berarti bila membiarkan pemain lawan melepaskan tembakan karena intersep untuk umpan, clearence untuk bola liar, dan tekel untuk pergerakan lawan. Untuk menghalau tambakan yang mengarah ke gawang disebutnya blocking. Saya masih bingung membayangkan bek macam apa yang sama sekali tidak menutup tembakan lawan kecuali munngkin pertahanannya sama sekali tidak diserang.

Sebagai pemain yang paling dekat dengan bola, sudah seharusnya Kos melakukan blocking bukannya berditi tanggung yang hanya menghalangi pandangan Cech. Kalau mau tahu, bek-bek tangguh seperti Gary Cahill, Terry, Kompany atau Mangala, dalam 3 pertandingan yang mereka jalani masing masing mencatatkan 1, 0,7, 0,5, dan 1 block per game. Kalau juga mau tahu berapa block uang dicatat Koscielny, Nol per game. Untuk urusan ini Coquelin, Mertesacker dan Monreal sudah memberikan kontribusinya.

Bila saja pekan ini Arsenal tidak berjumpa Liverpool, mungkin saja Paulista akan dipasang menggantikan Koscielny. Namun dengan alasan butuh penyesuaian saya rasa posisi Kos The Boss masih tetap aman. Arsenal pada umumnya dan Koscielny pada khusus harus mewaspadai The Anfield Gank yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi. The Reds juga memiliki gelandang-gelandang handal yang memiliki tendangn luar kotak penalti yang berbahaya.

Liverpool

Belajar dari kegagalan musim lalu, Brendan Rodgers kini lebih memilih membeli pemain yang benar-benar berpengalaman di EPL untuk melengkapi pondasi skuad yang ada. Benteke, Milner, dan Nathan Clyne masuk dalam skuad tim utama Liverpool musim ini meski juga masih disusupi oleh pemain dadakan seperti Danny Ings. Untuk mantan striker Burnley ini The Reds mendaptkannya secara gratis tidak seperti Lambert, Llalana, Lovren, atau bila masih ingat, Andy Carol.

Rodgers membangun jantung permainan tim sepeninggal Gerrard, dengan persiapan dimulai sejak musim lalu. Gerrard sudah sering duduk dibangku cadangan dan ban kapten diserahkan kepada Jordan Henderson. Bersama Coutinho, keduanya menjadi serambi dan bilik jantung permainan Liverpool yang mengatur serangan dan pertahanan. Sayangnya kombinasi Henderson-Coutinho masih kurang mampu mengorganisir permainan secara tim, sehingga pergerakan dan serangan Liverpool lebih terlihat seperti orkes individu yang mengandkan skill individu.

Perbaikan cukup menonjol ada disektor pertahanan. Dalam dua pertandingan pertama EPL musim ini The Reds belum kebobolan. Meski lawan yang dihadapi kualitasnya jauh dibawah mereka, namu pada musim lalu mereka sering pula kalah/kebobolan saat melawan tim papan bawah termasuk dibantai Stoke 5-1 di Anfield. Nathan Clyne direkrut menggantikan Glenn Johnson langsung memberikan kontribusi bagi back four Liverpool. Dengan 3 tekel dan intersep per game dipastikan sisi kanan Liverpool akan susah ditembus.

Yang kronis dan belum menemukan formula yang tepat adalah lini penyerangan. Kehilangan Lambert dan Sterling di upgrade dengan Benteke dan  (sementara) downgrade oleh Firmino. Melawan Stoke dan Bournemouth, Liverpool hanya mencatatakan total 26 kali tembakan dan 5 shoot on target. Jumlah tembakan tepat ke gawang bahkan masih kalah dibanding total 7 shoot on goal Arsenal dalam satu pertandingan saat melawan Palace lalu.

Tactical Analysis

Arsenal memainkan susunan pemain yang sama seperti minggu lalu karena tidak ada pemai baru yang masuk ruang perawatan, sedangkan Liverpool bermain tanpa Struridge, Joe Allen dan Flanagan. Henderson diragukan tampil karena sempat ditarik keluar saat pertandingan pekan lalu.

Hilang dan hadirnya Henderson akan merubah permain Liverpool secara sigifikan. Bila sang kapten absen, maka Rodgers akan memainkan pola 3 bek dengan 2 wing back di kanan kiri. Tentu saja Arsenal harus beradaptasi karena jarang bertemu dengan formasi ini di EPL. Penetrasi Ibe dan Clyne harus diwaspadai dan bukan tidak mungkin kedua sayap Arsenal harus sering membantu pertahanan. Kuartet pertahanan The Gunners akan kewalahan bila harus menghadapi dua wing back plus 3 penyerang yang kemungkinan di-deploy oleh Rodgers.

Tekanan Liverpool di sektor sayap bisa membuka jalan menyerang melalui tengah yang cenderung longgar. Dari dua gelandang tengah The Reds, hanya Emre Can yang cukup mumpuni difungsskan sebagai perebut bola sedangkan Milner lebih bertipe menyerang. Namun Coquelin harus beerja keras menghadapi gempuran Llalana dan Coutinho yang kerap kali melepaskan tendangan terukur ke arah gawang.

Kebalikannya bila Henderson meminta suntikan pain killer, pola 4-2-3-1 akan dijakankan oleh Rodgers. Arsenal bisa mendominasi di sektor sayap terutama sisi kanan yang dimotori oleh Bellerin dan Sanchez karena sisi kiri pertahanan Liverpool terbilang lemah seperti musim lalu. Kalau boleh saya bilang, kemenangan 4-1 atas Liverpool April lalu adalah salah satu performa terbaik Arsenal.

Liverpool garing, Arsenal mendominasi. (woj)

Team news

Arsenal: Rosicky (lutut, 22 Agustus), Welbeck (lutut, 22 Agustus), Wilshere (retak tulang engkel, 12 September).

Liverpool: Daniel Sturridge, Joe Allen, Jon Flanagan.

Arsenal (4-2-3-1): Cech – Bellerin, Koscielny, Mertesacker, Monreal – Coquelin, Ramsey – Ozil, Cazorla, Sanchez – Giroud.

Cadangan: Ospina, Debuchy, Paulista, Gibbs, Chamberlain, Arteta, Walcott.

Liverpool (4-2-3-1): Mignolet – Clyne, Skrtel, Lovren, Gomez – Henderson, Milner – Ibe, Coutinho, Llalana –  Benteke

Cadangan: Bogdan, Moreno, Toure, Can, Ings, Firmino, Origi.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s