Preview Pertandingan: Newcastle United vs Arsenal

_81817717_giround_celeb2

Pekan ketiga Liga Inggris, Arsenal baru meraih 4 poin dan masih berkutat di papan tengah. Hasil seri 0-0 melawan Liverpool membuat The Gunners gagal merangsek ke 5 besar. Saat ini Arsenal tertinggal lima poin dari pimpinan klasemen, Man. City, yang selalu meraih hasil sempurna.

Menjamu Liverpool di Emirates, anak asuhan Arsene Wenger tampil tanpa diperkuat oleh duet bek Koscielny dan Metesacker. Big Friendy German absen karena menderita infeksi di dadanya, sedangkan Kos tiba-tiba dikabarkan mengalami cedera punggung. Saya sebelumnya sempat menulis kalau Kos bisa saja dicadangkan karena, bukan performa, namun kesalahannya tidak melakukan blocking yang tepat sehingga Zarate dan Ward bisa mencetak gol.

Paulista dan Chambers yang mengisi pos bek tengah membuat jantung pendukung Arsenal berdegup kencang karena terlihat kurang koordinasi. Cukup wajar karena mereka belum pernah dipasangkan bersama. Terutama untuk Chambers, passing dan cleareance – nya bukan membuat aman namun membikin gawang lebih terancam karena bola sapuannya malah mengarah ke kaki lawan. Untungnya permainan mereka semakin membaik. Paulista mampu bermain bagus dan cukup tenang mengawal Benteke. Setidaknya mantan bek Villareal ini mampu mencatatkan 1 blok, dibanding Koscielny yang tidak menutup ruang tembak lawan. Dalam pertandingan ini Petr Cech menunjukkan kualitasnya (bila pandangannya tidak terhalang) dengan melakukan 8 penyelamatan.

Dibabak kedua Arsenal mampu mengontrol pertandingan. Beberapa kali peluang diciptakan namun akibat buruknya penyelesaian akhir dan save luar biasa dari Mignolet maka gawang The Reds tetap steril.

Newcastle United
The Magpies julukan Newcastle pun memiliki problem yang sama dengan Arsenal. Klub yang bermarkas di St. James Park ini baru memperoleh dua poin dari 3 pertandingan. Mereka memiliki pertahanan yang kuat, gelandang yang mobile namun tumpul di depan.

Musim ini Newcastle dilatih oleh Steve McLaren musim lalu melatih Derby County sepulang merantau dari daratan Eropa bersama Wolfsburg serta berhasil membawa FC Twente juara Eredivisie 2009/10 (Belanda). Gaya permainan Inggrisnya sudah bercampur dengan gaya Eropa daratan terutama Belanda dan Jerman. Mengusung pola 4-2-3-1, McLaren memainkan sepak bola menyerang namun disatu sisi sebenarnya Newcastle kekurangan sumberdaya untuk menjalankannya.

Steve McLaren berasil mendatangkan pemain Timnas Belanda, Georginio Wijnaldum dan bintang muda Perancis, Vlorian Thauvin serta sepasang pemain Anderlecht, Mitrovic dan Chancel Mbemba. Wijnaldum ditugaskan sebagai pengatur serangan berbagi tugas dengan Sissoko sedangkan Thauvin mengisi pos sayap kiri sepeningal Jonas Gutierrez. Dalam hal serangan saya akui Newcastle cukup berani seperti yang diperlihatkan saat melawan Man. Utd. Namun sayang Mitrovic masih belum mampu memberikan kontribusi alih-alih gol, striker malah ini mengoleksi 2 kartu kuning di menit-menit akhir pertandingan.

Chancel Mbemba sejauh ini menjadi pembelian terbaik McLaren, sebagai bek tengah berpasangan dengan Colocini dia mencatatakan rataan 5,6 tekel/game. Kemampuan intercept bek asal Kongo ini juga cukup bagus untuk pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Inggris.

The Game

Lebih dari 20 tembakan per game Arsenal hanya mampu menghasilkan 2 gol merupakan peringatan bahwa penyelesaian akhir para pemain depan sedang bermasalah. Saya mengkritik strategi Wenger yang terkesan bermain aman dengan alasan keseimbangan (baca: keseimbangan skor alias seri :3). Atau mungkin juga dia khawatir karena tidak ada lagi stok striker dibangku cadangan bila Walcott, Giroud, Sanchez dimainkan bersamaan.

AR heat map

Aaron Ramsey Heat Map vs Palace

Wenger beberapa kali memainkan Ramsey sedikit melebar (namun kurang melebar seperti pemain sayap). Terlihat The Profesor ingin menguasai lapangan tengah. Ok, lapangan tengah memang berhasil dikuasai oleh trio Santi – Ozil – Ramsey serta Coquelin sebagai perebut bola, namun hal ini mengorbankan kualitas penyelesaian akhir. Ramsey yang dipasang melebar tetapi tidak terlalu melebar membuat keunggulan Giroud di bola udara menjadi tidak maksimal karena minim umpan dari sisi kanan disaat Bellerin juga kesulitan bila haru meninggalkan posnya. Pergerakan Ramsey di area final third juga lebih ke tengah, tidak melebar.

Walcott atau Chamberlain yang memang posisi aslinya berada di kanan layak untuk dimainkan malam nanti. Dalam hal ini saya setuju dengan pendapat indocannon. Kedua pemain ini bisa memaksimalkan lebar lapangan serta memiliki kecepatan yang jauh di atas Ramsey. Walcott atau Chambo juga  lebih cocok menerima umpan labung dari Ozil atau Cazorla disaat Giroud bergerak tanpa bola ke depan. Ketajaman Walcott menyelesaikan peluang juga masih lebih baik diantara gelandang-gelandang Arsenal. Pergerakan Ramsey sudah terbaca sejak musim lalu dimana dia kesulitan melepaskan tembakan atau menerobos kotak penalti lawan secara tiba-tiba.

Per Mertesacker diperkirakan masih akan absen karena mengalami infeksi pada dadanya, sedangkan Koscielny diharapkan bisa masuk line-up menunggu kondisi tes kebugaran hari ini. Saya cukup percaya diri bila Paulista bermain bersama Koscielny namun tidak bila berduet dengan Chambers yang masih terlalu mentah bila tanpa pendampingan Mertesacker.

Newcastle akan bermain bertahan dan membiarkan Arsenal leluasa memasuki wilayahnya karena serangan The Magpies bertumpu pada serangan balik cepat didukung oleh sayap muda dan cepat seperti Thauvin dan Perez. Peran Wijnaldum sebagai gelandang serang patut diwaspadai karena sering melepaskan umpan terobosan yang berbahaya dia akan bertindak sebagai pembagi bola bisa Sissoko tidak bisa tampil.

Arsenal harus pandai-pandai mengatur tempo, jangan sampai terbawa suasana (menyerang) seperti saat lawan West Ham. Serangan Newcastle mirip, namun dengan kualitas masih dibawah The Hammers. Peluang Arsenal merebut 3 poin sebelum jeda internasional terbuka lebar. (woj)

Team news

Newcastle United: Paul Dummett, Emmanuel Rivière, Sylvain Marveaux, Curtis Good, Moussa Sissoko, Siem de Jong.

Arsenal: Rosicky (lutut, 22 Agustus), Welbeck (lutut, 22 Agustus), Wilshere (retak tulang engkel, 12 September).

Newcastle United (4-2-3-1): Krul – Janmaat, Colocini, Mbemba, Haidara – Colback, Anita – Perez, Wijnaldum, Thauvin – Mitrovic

Cadangan: Darlow, Williamson, Taylor, Tiote, Aarons, Demba Cisse, Siem de Jong.

Arsenal (4-2-3-1): Cech – Bellerin, Koscielny, Paulista, Monreal – Coquelin, Cazorla – Walcott , Ozil, Sanchez – Giroud.

Cadangan: Ospina, Debuchy, Chambers, Gibbs, Chamberlain, Arteta, Ramsey.

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s