Preview Pertandingan: Arsenal vs Man. United

 

Jumlah tembakan ke gawang Alexis Sanchez dibawah rata-rata permusim bila berjumpa Man. United

Jumlah tembakan ke gawang Alexis Sanchez dibawah rata-rata permusim bila berjumpa Man. United

Kekalahan dari Olympiakos dan bayangan gagal lolos ke babak 16 besar UCL untuk pertama kali dalam 16 tahun masih menjadi isu utama. Konsentrasi lini pertahaanan dituding Wenger menjadi penyebab kekalahan.

We were too much orientated on offensive drive and not enough on defensive caution.

Tetapi Wenger menyakinkan bahwa UCL dan EPL adalah kopetisi yang berbeda, Wenger masih yakin kepercayaan diri anak asuhannya tidak menurun di pertandingan Premier League.

Jujur saja, peluang Arsenal cukup berat untuk lolos ke fase berukutnya,. Dengan 2 pertandingan diantaranya bertemu Bayern Muchen, Setidaknya The Gunners harus mengoleksi 8 poin agar bisa lolos, itupun dengan catatan Bayern selalu seperior kala bertemu Dinamo Zagreb dan Olympiakos  sehingga keduanya gagal meraih poin PLUS kedua tim ini hanya boleh meraih hasil seri saat bertemu, secara otomatis total raihan mereka hanya 5 poin.

Wenger sendiri terkesan “melepas” pertandingan Liga Champion, ini terlihat dari kualitas skuad yang di turunkan. Meski bisa beralasan ada pertandingan besar yang berdekatan (Chelsea & Man Utd) namun jelas terlihat Wenger tidak terlalu memusingkan capaian di UCL.

Daripada berhasil/gagal di UCL, saya lebih khawatir bila Coquelin cedera. Satu-satunya gelandang bertahan milik Arsenal ini sudah mengeluh sakit dan sempat menepi beberapa pertandingan lalu. Arsenal sebenarnya lebih membutuhkan pemain diposisi ini dibanding striker. Arteta sudah terlalu tua untuk beradu bola, tipe permaiannnya juga kini diisi oleh Cazorla. Sedangkan Flamini sebenarnya lebih bertipe CMF (excluding passing) dibanding DMF.

Duduk di peringkat 6, Arsenal berpeluang menyamai poin yang dimiliki Manchester United di peringkat 2 bila mampu menang dalam pertandingan klasik ini. Performa kandang Arsenal memang tidak sebagus saat bermain tandang (kebanyakan serinya dan sedikit gol), namun  London Red and White Army hanya kalah 3 kali dari 38  pertandingan kandang terakhir.

Manchester United

Tim Kabupaten Manchester telah berubah menjadi tim possesion footbal sejak dilatih oleh van Gaal. Setan merah memiliki rataan penguasaan bola sebesar 59% dan akurasi operan 85,3% sedikit di bawah Arsenal dengan rataan masing-masing 60,4% dan 80,1%.

Perbedaan mencolok ada pada jumlah tembakan dimana Arsenal mencatatkan 21 shoot pe game dua kali lipat dibanding total tembakan Man. Utd. Hal ini tak lepas dari tempo lambat dan possesion football yang dipraktekkan oleh van Gaal. Perlambatan tempo saat menyerang menjadi syarat isolasi total yang memungkinkan serangan bisa dilakukan secara konstan sembari “menunggu waktu habis”.

Meski memiliki ruang yang cukup untuk menembak, pemain-pemain Man Utd lebih suka mengerem tempo, menunggu kawan-kawannya maju ke depan. Hal ini pulalah yang menjadi alasan Man Utd dengan mudah melepaskan Di Maria ke PSG karena tidak cocok dengan permaian lambat Setan Merah.

Sisi kiri Man Utd menjadi titik terlemah akibat dua pemain utamanya, Marcos Rojo dan Luke Shaw, mengalami cedera. Bila Jones sudah bisa diturunkan, maka Daley Blind yang beposisi asli sebagai gelandang bertahan akan  digeser sebagai bek kiri.

Alternatif kedua adalah menggeser Mateo Darmian ke sebelah kiri dan memainkan Valencia sebagai bek kanan namun hal ini cukup berisiko mengingat Valencia diharuskan beradu 1 on 1 dengan Alexis Sanchez.

Pemain baru dari AS Monaco, Anthony Martial, menjadi highlight beberapa pekan ini mampu menjawab keraguan publik atas nilai transfernya. Tiga gol dan satu assist hanya dalam 201 menit pertandingan yang dijalani membuatnya menjelma menjadi calon bintang besar. Namun jangan salah, kekuatan sebenarnya Man Utd musim ini ada pada Juan mata yang sudah mengemas masing-masing 3 gol dan assist.

Tactical Analysis

Olivier Giroud adalah tipikan striker yang dipasang Wenger bila ingin menggunakan taktik pressing. Striker Timnas Perancis ini memang tidak memiliki kecepatan untuk terus menerus menekan peman lawan saat kehilangan bola, namun tim akan secara kolektif melakukan pressing demi mengakomodir terbatasnya pergerakan Giroud.

Lini belakang akan naik untuk menekan lawan sehingga gelandang dan lini depan Arsenal bisa konstan berada di daerah lawan. Giroud bisa lebih banyak menerima bola tanpa perlu turun jauh ke belakang. Andai saja Giroud memiliki kecepatan yang lebih baik maka Man Utd yang memiliki kelemahan di serang melalui sayap akan mudah ditaklukan.

Swansea City dan PSV berhasil menetralisir penguasaan bola dan tempo lambat yang dimainkan oleh The Red Devil dengan taktik serangan baik cepat melalui sisi lapangan. Keduanya membiarkan Man Utd keenakan menyerang dan menguasai pertandingan untuk kemudian menyerang balik saat pertahanan Man Utd sudah naik terlalu jauh.

Untuk melaksanakan tugas ini, Theo Walcott lah yang lebih cocok. Hampir semua gol-gol yang dia cetak belakangan ini memiliki kemiripan, yaitu hasil umpan terobosan dikombinasikan dengan sprint dan finishing “10/12” dengan Henry.

Dalam 13 penampilan terakhir sebagai starter, Walcott sudah mengemas 12 gol. Terlebih gol yang dia ciptakan merupakan gol pembuka yang efeknya sangat besar bagi kepercayaan diri tim.

Kekurangan dari sistem Walcott adalah Arsenal akan lebih banyak menerima tekanan karena sistem ini baru akan berfungsi bila ada ruang yang cukup jauh antara barisan pertahanan dan kiper.

Keandalan pertahanan akan kembali diuji saat Koscielny dipastikan absen akibat cedera hamstring. Kabar baiknya Coquelin kembali bisa bermain penuh. Coq akan menjadi pemain yang paling bekerja keras karena harus berhadapan dengan Rooney, Schweinsteiger, dan Schneiderlin.

Solusi mudah menghadapi mereka adalah menghindar. Saat menyerang bola dialirkan langsung ke Santi untuk kemudian disalurkan ke sisi lapangan yang diisi oleh Sanchez dan Bellerin via Ramsey. Terlambat sedikit, gelandang-gelandang Man Utd akan segera menekan, salah-salah turnover ini bisa menjadi malapetakan. Percaya atau tidak, Mesut Ozil adalah pemain yang paling sering gagal melakukan kontrol (2,3/game), dibanding pemain gelandang Arsenal lainnya.

Kecepatan dan timming operan menjadi kunci kesuksesan serangan balik Arsenal, dan kutipan Wenger di atas seharusnya terpatri di pikiran pemain Arsenal agar tidak lupa mengorganisasi pertahanannya. (woj)

 

Team News:

Arsenal: Koscielny (hamstring, 17 Oktober), Arteta (otot, 17 Oktober), Flamini (hamstring, 17 Oktober), Wilshere (ankle, Desember), Welbeck (knee, Desember), Rosicky (knee, Desember)

Manchester United: Herrera (diragukan), Rojo (hamstring),  Shaw (patah kaki, Maret 2016).

Arsenal (4-2-3-1): Cech – Bellerin, Mertesacker, Paulista, Monreal – Coquelin, Cazorla – Ramsey, Ozil, Sanchez – Walcott.
Cadangan: Ospina, Debuchy, Chambers, Gibbs, Campbell, Chamberlain, Giroud.

Man. Utd (4-2-3-1): De Gea – Valencia, Smalling, Blind, Darmian – Schneiderlin, Schwainsteiger – Mata, Rooney, Depay – Martial

Cadangan: Romero, Jones, Fellaini, Young, Pereira, Herrera, Wilson.

 

 

 

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s