Preview Pertandingan: Arsenal vs Chelsea

Arsenal+v+F+C+Bournemouth+Premier+League+iY2GfGCqHMIl

Dua hasil seri pada dua pertandingan terakhir membuat posisi Arsenal di klasemen Liga Premier Inggris terancam. Poin The Gunners kini kembali dengan Leicester yang duduk diperingkat ke dua dengan 44 poin dan hanya berselisih 2 gol. Sedangkan Man City menguntit di posisi ke tiga dengan margin 1 poin.

Meski begitu, secara performa anak-anak asuhan Wenger patut diapresiasi karena lawan yang dihadapi memiliki kualitas yang mumpuni. Pada laga melawan Liverpool, Arsenal mampu membalikkan ketertinggalan menjadi keunggulan 3-2 sebelum disamakan oleh Joe “Welsh Xavi” Allen. Jerih payah dan kedisiplinan saat melawan Stoke terbayar dengan raihan 1 poin di stadion yang sebelumnya menjadi kuburan bagi Man City, Man Utd, dan Chelsea.

Arsenal cukup beruntung bisa mendapatkan Cech, dalam 3 pertandingan terakhir kiper Rep. Ceko ini membatu Arsenal mengantongi 5 poin terutama pada pertandingan lawan Newcastle dan Stoke yang mana dia mencatatkan 6 dan 5 penyelamatan penting.

Akhir pekan ini Cech akan bertemu mantan klub yang telah melambungkan karirnya. Chelsea yang pernah di belanya selama 10 tahun kini dalam posisi tertatih di peringkat 14 dan berselisih 19 poin dari Arsenal. Namun Wenger tetap mewaspadai kualitas pemain yang dimiliki Chelsea meskipun kini sang juara bertahan memegang rekor sebagai juara bertahan dengan performa terburuk sepanjang sejarah Premier League.

Chelsea

Tim asal London Barat ini sudah saya bilang limbung pada preview pertemuan pertama 9 September tahun lalu. Namun kenyataannya isu internal tidak mempengaruhi hasrat mereka (Mourinho) mengalahkan Arsenal (Wenger). Kala itu Arsenal harus mengaku kalah 2-0 dengan 2 pemainnya dikeluarkan oleh wasit.

Sebenarnya waktu itu Chelsea memang limbung, terbukti pada babak pertama mereka tidak mampu membobol gawang Arsenal. The Blues baru bisa mendominasi setelah insiden yang melibatkan Koscielny-Costa-Paulista yang berujung diusirnya Paulista dari lapangan. Kemengan ini menjadi kemenangan terakhir Chelsea atas tim dengan peringkat lebih tinggi hingga akhirnya Mourinho diputus kontraknya pada tanggal 17 Desember 2015.

Guus Hiddink dipanggil kembali untuk menyelamatkan Chelsea yang duduk tak jauh dari jurang degradasi. Tatapi dalam 5 pertandingan berjalan hanya laga melawan Crystal Palace (8) yang bisa dibilang cukup membangkan, sedangkan 4 pertandingan sisanya berakhir seri termasuk saat lawan Watford dan WBA.

Secara permainan tak banyak yang diubah oleh Hiddink. Chelsea masih menjadi tim dengan gaya bertahan, membanjiri lini tengah dengan banyak pemain serta serangan balik mengandalkan long pass terukur Cesc Fabregas.

Pemain yang bermain di bawah ekspektasi pada masa Mourinho seperti Hazard, Matic, Cahill dan Ivanovic tak juga kunjung membaik. Posisi Matic dan Cahill kini digeser oleh Obi Mikel dan John Terry. Sedangkan Ivanovic cukup beruntung karena tidak ada pemain lain yang bisa bermain di sisi kanan (karena Azpilicueta menjadi pilihan utama di sisi kiri). Bila bukan karena kepercayaan pelatih yang begitu besar pada Hazard, mungkin dia hanya menjadi teman Ramires di kursi cadangan. Kontibusinya dalam 19 pertandingan hanyalah 2 assist dan 15 kali tembakan tanpa menhasilkan gol.

Datang di tengah musim kompetisi membuat Hiddink tak bisa berbuat banyak. Dia dipaksa mengutak-atik skuad yang ada. Bersama Mourinho, Chelsea tidak banyak memiliki gaya permainan alternatif selain bertahan mengandalkan komitmen disiplin pemainnya. Kondisi Chelsea kini salah satunya adalah akibat tidak ada komitmen pemain di atas lapangan untuk bermain 100%.

Duel Counter Attack: Short Pass vs Long Pass

Arsenal dan Chelsea sebenarnya sama-sama mengandalkan serangan balik, namun dalam bentuk yang berbeda 180 derajat. Arsenal melakukan serangan balik dengan pergerakan kompak pemain depan dan belakang. Sedangkan Chelsea melakukan serangan balik dengan pemain belakang tetap statis menjaga area pertahanan.

Perbedaan tipe counter attack ini adalah pengaruh pemain yang menjadi otak masing-masing tim, Ozil di tim Arsenal dan Fabregas di kubu Chelsea. Ozil menciptakan peluang melalui umpan-umpan pendek ke dalam kotak penalti sedangkan Fabregas melapaskan umpan panjang seperti gol ke gawang Everton pekan lalu atau gol ke gawang Szczesny musim lalu, keduanya dieksekusi oleh Diego Costa.

Strategi Chelsea yang membanjiri lapangan tengah dengan 5 pemain menjadi faktor pembeda berikutnya. Hazard dan Willian/ Oscar didukung oleh Fabregas serta Mikel dan Matic menjadi pelindung barisan belakang. Komposisi ini membuat Chelsea sangat mendominasi lapangan dan banyak tim sering kesulitan menembus rapatnya gelandang The Blues.

Arsenal harus memaksimalkan komposisi timnya tanpa terpancing berduel ditengah. Meski sama-sama menempatkan 5 pemain dilapangan tengah, hanya 2 yang murni sebagai pemain tengah. Campbell dan Walcott adalah pemain sayap, sedangkan Ozil berposisi random dan lebih sering memilih area dengan penjagaan longgar. Dalam pertandingan nanti, kedua sisi lapangan adalah area yang cukup lengang dari hiruk pikuk pemain.

The Gunners akan mendapat keuntungan tambahan bila bisa menarik pemain Chelsea ke pinggir lapangan. Mengandalkan sprint pendek, Ramsey dan Ozil bisa saja muncul dimana saja saat pemain-pemain Chlesea sudah tertarik ke sisi lapangan. Ramsey, Ozil, dan Flamini memiliki intuisi melakukan tusukan tajam dan sulit diduga. Jumlah sprint ketiga pemain ini lebih unggul dibanding Cesc, Matic atau Mikel dengan 58 berbanding 38 sprint per game.

Untuk lini depan, ini adalah kesempatan Giroud yang sedang on fire untuk membuktikan kemampuannya membobol gawang tim sekaliber Chelsea. Selama berkarir bersama Arsenal, pemain Perancis ini belum sekalipun menggetarkan jala gawang The Blueskalau menggetarkan gawang sih mungkin pernah, alias kena gawang doang.

Meskipun begitu saya tak berharap banyak Giroud akan memecahkan rekor buruknya pada pertemuan kali ini. Kedisiplinan dan konsentrasi pemain Arsenal akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan.

Walcott dan Ramsey

Kombinasi tembakan Walcott dan Ramsey. Chelsea vs Arsenal (19/09/15)

Chelsea selalu mecetak 2 gol atau lebih dalam 5 dari 6 pertandingan terakhir membuktikan lini depan mereka kembali tajam. Permasalahan yang belum terpecahkan adalah di lini belakang yang kebobolan 7 gol dalam 5 pertandingan menambah jumlah gol yang bersarang ke gawang mereka menjadi 34 musim ini. Matic yang underperform kini tempatnya diisi oleh Fabregas yang ditarik lebih kebelakang sehingga barisan pertahanan seperti bermain tanpa perlindungan yang cukup.

Ozil yang telah mengoleksi 16 assitst  menjadi tumpuan Arsenal untuk membongkar pertahanan Chelsea. Kecepatan Walcott sempat menyulitkan kaki-kaki tua pertahanan Chelsea, beberapa kali pemain paling senior di skuad Arsena ini mampu menembus pertahanan The Blues. Pada pertemuan pertama tersebut, Walcott dan Ramsey menjadi pemain yang paling membahayakan gawang Chelsea dengan 6 tembakan, 2 on goal dan 2 diblok dengan susah payah oleh Cahill dan Zouma.

Arsenal masih memiliki senjata cadangan dengan kembali pulihnya Sanchez. The Duracell berpeluang dimainkan dan mengingat tingginya intensitas pertandingan Wenger baru akan menurunkannya dibabak kedua untuk mengurangi resiko cederanya kambuh.

Kabar baik berikutnya adalah Coquelin yang mulai berlatih dan diperkirakan bisa kembali bermain penuh dalam waktu 2 minggu kedepan bersamaan dengan kembalinya Welbeck. Saya akan terkejut bila Elneny diturunkan dalam pertandingan ini. Kemungkinan terbaik dia baru bermain saat Arsenal bertemu Burnley di FA Cup pekan depan. (woj)

Team News

Arsenal: Rosicky (kebugaran, 30 Januari), Coquelin (lutut, Februari), Welbeck (lutut, 7 Februari), Wilshere (engkel, Maret), Cazorla (lutut, Maret).

Chelsea: Falcao (otot, 31 Januari)

Arsenal (4-2-3-1) : Cech – Bellerin, Mertesacker, Koscielny, Monreal – Flamini, Ramsey – Walcott, Ozil, Campbell – Giroud

Cadangan : Ospina, Gibbs, Paulista, Chambers, Elneny, Chamberlain, Sanchez.

Chelsea (4-2-3-1) : Courtois – Ivanovic, Terry, Zouma, Azpilicueta – Mikel, Fabregas – Willian, Oscar, Hazard – Costa

Cadangan : Begovic, Cahill, Baba Rahman, Matic, Loftus-Cheek, Ramires, Remy.

 

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s