Preview Pertandingan: Arsenal vs Leicester City

Theo-Walcott-nets-the-decisive-goal-in-Arsenals-2-1-win-over-Leicester

Dimusim yang tak terduga ini, siapa yang mengira pertemuan Arsenal vs Leicester City hari minggu 14 Februari besok akan menyandang status Big Match.

Arsenal langganan Big Four akan menghadapi Leicester City yang dua musim lalu masih berkutat di Championship Division.

The Gunners berbekal kemenangan 2-0 atas Bournemounth pekan lalu. Anak asuhan Arsene Wenger memutus performa buruk di Januari dimana mereka hanya mencatatkan 1 kemenangan. Akibatnya, posisi puncak klasemen kembali di curi oleh Vardy, dkk.

Performa Arsenal perlahan mulai kembali. Shoot accuracy meningkat dari sebelumnya 20% (vs Chelsea) dan 69% (vs Soton) menjadi 71% saat bertemu Bournemounth. Yang tak kalah penting, performa pertahanan Koscielny, dkk juga membaik terlihat dari menurunnya jumlah tembakan lawan ke gawang Petr Cech. Dari diatas 60% menjadi 45% saja tembakan lawan yang membahayakan gawang seperti tercatat oleh sporticos.com.

Leicester City

The Foxes musim lalu menghabiskan 2/3 musim di zona degradasi dan 1/3 sisanya berjuang melepaskan diri dari ajakan Hull, Burnley dan QPR kembali ke Divisi Championship kini dalam perjalanan meraih gelar Liga Inggris pertama mereka sepanjang 132 tahun klub berdiri.

Anggota tim ini sebenarnya tidak banyak berubah, malahan dikhawatirkan lebih buruk dengan  keluarnya Cambiasso yang menjadi pengatur tim menolak perpanjangan kontrak. Leicester juga memecat manajer, Nigel, Pearson yang telah berhasil menyelamatkan Leicester musim lalu. Pemecata ini sendiri sebenarnya akibat video seks anak sekaligus pemain Leicester, James Pearson saat klub ini menjalani tur ke Thailand.

Yang patut diacungi jempol adalah ambisi pemilik klub yang mampu mendatangkan pelatih sekaliber Claudio Ranieri ke King Power Stadium. Tentu saja nama Ranieri lebih besar dibanding klub yang diasuh oleh pelatih berjuluk Tinkerman ini. Ranieri sudah kenyang pengalaman menangani liga dan tim besar Eropa.

Selain taktik, Ranieri juga jeli mencari pemain yang tepat untuk menambah kekuatan tim. Salah bila mengatakan Leicester membeli pemain murah. Benar iya kalau di era Pearson, namun sejak ditangani Ranieri, The Foxes sudah membelanjakan €50 juta. Namun nilai ini terbayar lunas melihat posisi mereka di klasemen.

Baca: Coba Ingat Komentar Miringmu

The Gameplan

Arsenal dan Leicester sama-sama tim yang bermain terbuka. Leicester menjadi tim yang paling banyak kebobolan (27) diantara tim empat besar lainnya. Tim asal wilayah East Midland ini berpedoman “golin saja nanti kami golin lebih banyak”.

Namun mulai pekan ke 13, Leicester ada yang berubah pada permainan mereka. Kasper Schmeichel Cs mulai mengumpulkan clean sheet demi clean sheet. Dalam 12 pertandingan berikutnya, setengahnya gawang Leicester mampu dijaga keperawanannnya. Berbanding terbalik dengan 12 pertandingan sebelumnya yang hanya mencatat 1 kali clean sheet.

Salah satu kunci menguatnya pertahanan Leicester karena telah menyatunya N’Golo Kante, gelandang petarung dengan tipikal serupa Coquelin. Kemampuan tekel (4,1/game) dan intersepnya (4,1/game) 30% lebih baik dibanding The Police, julukan Coquelin, akan menjadi masalah terbesar Arsenal membobol gawang Schmeichel. Musim ini Leicester hanya 2 kali kalah yaitu saat melawan Arsenal dan Liverpool

Saya setuju bila kemenangan 5-2 di King Power Stadium tidak akan terulang lagi. Salah satunya karena alasan diatas. Senenarnyapun Arsenal cukup beruntung karena sepakan Vardy 2 kali membentur gawang. Namun Leicester masih memiliki kelemahan yang bisa di ekspos.

Belajar dari Liverpool yang sempat menang 1-0 namun kalah 2-0 di pertemuan kedua. Leicester sebenarnya tidak memiliki stamina yang cukup untuk meladeni permainan agresif. Lewat menit 60 konsentrasi pertahanan mereka mulai menurun. Tercatat 30 menit terakhir ini 13 gol bersarang ke gawang The Foxes dibanding 2/3 bagain pertandingan lainnya.

Tetapi dalam 30 menit terahir ini juga menjadi menit paling produktif bagi mereka dengan total 22 gol. Dibanding pusing menjaga pergerakan Vardy yang bisa dimana saja, saya memilih bagaimana agar bola tidak sampai ke Vardy.

Mahrez dan Albrighton adalah penyuplai bola untuk Vardy dari sisi sayap, sedangkan Drinkwater memiliki kemampuan melepaskan unpan lambung yang menjadi awal serangan balik andalan Leicester.

Untuk mengatasi dua sayap lincah ini, Arsenal memiliki Bellerin dan Monreal untuk terus mengawal pergerakan mereka. Pada pertemuan pertama Mahrez dan Albrighton dibuat tak berkutik dan hanya Drinkwater yang berhasil mengirim upan bagi Vardy.

Selain serangan open play, Arsenal harus berhati-hati dengan pergerakan lawan di kotak penalti. Bila salah mengambil keputusan, Arsenal bisa mendapatkan hukuman penalti yang musim ini Leicester telah mendapat 9 kali hadiah penalti dari sang pengadil lapangan.

Richie De Laet dulunya berada di sisi kanan sudah digantikan oleh Danny Simpson usai kekalah 5-2 di kandang. Simpson yang lebih baik dalam bertahan membuat lawan mengalihkan serangannya ke sisi kiri pertahanan Leicester yang di kawal oleh Fuchs dibantu Albrighton sebagai gelandang kiri.

Walcott akan cocok mengisi sayap kanan Arsenal meski lama tak mencetak gol. Walcott selalu berhasil membobol gawang Leicester dalam dua pertemuan terakhir. Meski Chambo kemarin baru saja mencetak gol namun performanya masih naik turun dan cenderung bermain biasa seusai mencetak gol. Sanchez diharapkan bisa menakhlukkan Simpson karena sudah pernah bertemu saat Arsenal menang 2-1 di Emirates musim lalu.

Dengan kondisi Mertesacker yang tidak bermain dalam 2 pertandingan, Wenger akan mempercayakan satu tempat di jantung pertahanan untuk Gabriel menemani Koscielny. Keduanya memiliki kecepatan yang lebih baik dibanding Mertesacker dan lebih cocok untuk mengatasi pergerakan Vardy.

Coquelin diarapkan sudah fit dan bisa bermain berpasangan dengan Ramsey. Melawan Leicester mungkin perannya tidak akan terlalu banyak karena Leicester lebih banyak bermain melebar. Nantinya Ramsey akan lebih banyak mengikuti pergerakan Mahrez sedangkan Coq ditugaskan merebut penguasaan bola lawan. Kemenangan sangat dibutuhkan Arsenal untuk mengejar selisih 5 poin. (woj)

Team News

Arsenal : Welbeck (kebugaran, 21 Februari), Wilshere (engkel, Maret), Cazorla (lutut, Maret), Rosicky (lutut, sampai kontrak habis).

Leicester City : Matthew James (kebugaran, 13 Februari), Daniel Amartey (kebugaran, 27 Februari), Jeffrey Schlupp (hamstring, 27 Februari).

Arsenal (4-2-3-1) : Cech – Bellerin, Paulista, Koscielny, Maonreal – Coquelin, Ramsey –Walcott, Ozil, Sanchez – Giroud

Cadangan : Ospina, Mertesacker, Chambers, Gibbs, Flamini, Chamberlain, Iwobi.

Leicester City (4-4-2) : Schmeichel – Simpson, Huth, Morgan, Fuchs  – Mahrez, Drinkwater, Konte, Albrighton – Okazaki, Vardy

Cadangan: Schwarzer, Chilwell, Wasilewski, Dyer, Gray, King, Ulloa

 

 

 

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s