Preview Pertandingan: Arsenal vs Barcelona

Alexis Sanchez

Arsenal’s Alexis Sanchez controls the ball during the Champions League Group F soccer match between Arsenal and Dinamo Zagreb, at The Emirates Stadium in London, Britain, Tuesday, Nov. 24, 2015. (AP Photo/Tim Ireland)

Singkat saja saya buat “kenali lawanmu” karena sudah mepet.

Babak Enam Belas UEFA Champions League (UCL) kembali mempertemukan Arsenal dan Barcelona. Meski terakhir keduanya bertemu pada pada babak yang sama 5 tahun yang lalu, namun masih lekat dalam ingatan bagaimana kedua klub “serasa” terlalu sering dipertemukan.

Dalam sejarahnya Tim Blaugrana selalu bisa melewati Arsenal tanpa kesulitan meski skor pada pertemuan pertama – yang kebetulan selalu Arsenal dulu – menghasilkan skor yang tidak terlalu jomplang.

Arsenal berhasil menahan Barcelona 2-2 di Emirates pada babak perempat final UCL 2009/10 dan mampu menaklukan tim yang akhirnya menjadi jawara Eropa itu dengan skor 2-1 pada musim 2010/11.

“Keunggulan” pada pertemua pertama seakan tak berarti karena The Gunnes selalu menderita kekalahan dengan margin yang besar saat bermain di Camp Nou masing masing 4-2 dan 3-1. Barca yang saat itu dalam era kejayaan bersama Pep Guardiola dan Arsenal kala itu hanya memiliki skuad yang “seadanya” karena keterbatasan finansial.

Pada pertandingan Leg pertama UCL kali ini kedua tim sama-sama telah berubah. Barcelona sudah tidak ditukangi oleh Pep dan skuad Arsenal kini bisa dikatakan lebih baik dibanding 5 tahun yang lalu berkat uang sponsor yang melimpah.

Luis Enrique yang kini menduduki kursi kepelatihan Barca masih memainkan pola 4-3-3. Namun pensiunnya Xavi Hernandez sedikit banyak mengubah pola permainan Barca.

Kepergian Xavi ke Al Saad tak banyak diratapi oleh para pendukung Barca karena Luis Enriqe mendatangkan Ivan Rakitic kedalam skuad.

Diakui memang Xavi adalah orang yang tak tergantikan seperti diakui oleh Rakitic sendiri, namun Rakitic memberikan dimensi yang berbeda pada Xaviless Barcelona. Bila Xavi unggul dalam distribusi bola, Rakitic cenderung bermain direct bermodal kemapuan tendangan jarak jauh dan workrate.

Peran Xavi oleh Enrique dipecah ke tiga pemain berbeda. Neymar, Messi, dan Iniesta adalah top three penyumbang assist dan key pass dalam tim Barcelona.Melalui ketiga pemain ini menjadikan Luis Suarez serasa dimanja di ujung tombak dengan total 30 gol di La Liga dan UCL.

Lebih mudah Xavi atau Neymar-Messi-Iniesta ?

Logikanya menangani 1 pemain memang lebih mudah dari pada 3 pemain sekaligus. Namun posisi ketiha pemain yang tidak beroperasi di tengah lapangan membuat distribusi bola yang diberikan menjadi terbatas dan lebih mudah dibaca.

Barcelona bukan tim yang mustahil ditangani. Roma dan Leverkusen mampu menahan agresivitas mereka kala Barca datang bertamu. Barca hanya mampu bermain 1-1 lawan mereka.

Bellerin dan Monreal akan bekerja super keras untuk menahan gempuran Messi dan Neymar di kedua sisi lapangan. Bellerin dan Monreal kini menjelma menjadi bek kanan dan kiri terbaik di EPL dengan performa yang selalu stabil tiap pekan.

Bertahan kini bukan hal asing bagi Arsenal dimana pertahanan The Gunners salah satu yang terbaik di liga.

Kedatangan Petr Cech menjadi jawaban atas kekosongan top class goalkeeper semenjak kepergian Jens Lehman. Kunci kemenangan 4-0 Celta Vigo atas Barca adalah kehebatan kiper Sergio Alvarez dengan 7 penyelamatan. Dan seperti kita ketahui, Messi selalu gagal membobol gawang Petr Cech sepanjang karirnya.

Efisien

Tekanan konstan lini depan Barca bisa dimanfaatkan agar lini belakang mereka terbuka. Efisiensi serangan diperlukan untuk menerobos pertahanan Barca yang dijaga oleh Busquet, Pique, dan Mascherano.

Pergerakan Sanchez lebih efisien bila dipadukan dengan kecemerlangan otak Ozil. Sanchez tak perlu banyak membawa bola dan lebih memikirkan bagaimana mencari ruang. Kini tak ada tim yang membiarkan Sanchez bebas membawa bola, 2-3 pemain terkadang ditugaskan untuk menutup ruang tembaknya.

Peluang tidak akan banyak, namun dari 2-3 peluang tersebut haruslah menjadi gol. Efisiensi tidak terlalu memperdulikan cara, yang terpenting adalah hasil. Seperti saya yang mengerjakan soal phytagoras dengan membuat modelnya, tanpa rumus!

Singkat saja saya buat karena sudah mepet dan saya buru-buru pulang. Mau hujan. (woj)

 

Team News

Arsenal : Paulista (hamstring, 28 Februari), (Wilshere (engkel, Maret), Cazorla (lutut, Maret), Rosicky (lutut, sampai kontrak habis).

Barcelona : Rafinha (ACL lutut, akhir musim)

Arsenal (4-2-3-1) : Cech – Bellerin, Mertesacker, Koscielny, Maonreal – Coquelin, Ramsey –Walcott, Ozil, Sanchez – Giroud.

Cadangan : Ospina, Chambers, Gibbs, Flamini, Chamberlain, Campbell, Welbeck.

Barcelona (4-3-3) : Marc-Andre ter Stegen – Alves, Pique, Mascerano, Alba – Iniesta, Busquets, Rakitic – Messi, Suarez, Neymar.

Cadangan : Bravo, Vermaelen, Adriano, Batra, Mathieu, Samper, El Haddadi.

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Preview Pertandingan: Arsenal vs Barcelona

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s