Cedera Tak Melulu Soal Fisik

expectation-reality

Like my …

Good Morning.

Lebih sebulan setelah tulisan terakhir tentang pertandingan Arsenal vs Tottenham, baru malam ini saya kembali luang untuk menulis.

Keseimbangan baru telah terbentuk pasca absennya Ramsey menemani Coquelin di lini tengah. Pembelian baru di bulan Januari, Mohamed Elneny diberi tangung jawab untuk menyeimbangkan serangan dan pertahanan Arsenal.

Pemain timnas Mesir ini tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Wenger dengan performa cukup menawan terutama soal kedisiplinan posisi yang lebih baik dibanding Ramsey.

Arsenal hanya kebobolan dua gol saat bermain 10 pemain lawan Spurs dan mungkin saja pulang dengan tiga poin andai Coquelin tidak berbuat bodoh dengan melanggar Harry Kane sehingga membuahkan kartu kuning kedua untuknya.

Dalam dua pertandingan berikutnya lawan Everton dan Watford, The Gunners hanya menerima 8 dan 7 kali percobaan tembakan dari lawan dibawah rata-rata musim ini yang berada di angka 12 tembakan perpertandingan.

Total 4 pertandingan BPL yang diikuti oleh Elneny, rataan akurasi passingnya adalah 92% dan menjadi yang terbaik diantara pemain Arsenal lainnya termasuk Cazorla (90%). Kekurangan Elneny hanyalah pada jumlah peluang yang diciptakan.

Akurasipassing bagi gelandang tengah adalah hal yang sangat krusial karena sekali saja salah passing, bola bisa berubah menjadi racun yang akan mengancam gawang sendiri. Ramsey dengan akurasi passing 86% saja masih tak cukup baik karena pemain Wales ini sudah tiga kali membukakan jalan bagi lawan untuk mengancam gawang Petr Cech dan menjadi non pemain bertahan dengan defensive error terbanyak.

Mulai pekan ini, pemain yang cedera mulai berkurang. Wilshere dan Rosicky dijadwalkan turun dalam pertandingan U21 lawan Newcastle serta Ramsey dan Flamini telah mengikuti sesi latihan.

Selain mereka, Sanchez adalah salah satu pemain yang “baru kembali” dari cedera. Meski telah bermain sejak 9 pertandingan yang lalu, namun pahlawan Chile di Piala Amerika ini butuh 5 pertandingan untuk dapat mengembalikan sentuhannya.

Cedera hamstring yang diperoleh saat lawan Norwich memaksanya absen dalam 8 pertandingan hingga butuh waktu lebih untuk mengembalikan feeling bermain bolanya. Sekalipun selalu diturunkan dalam 5 pertandingan (4 diantaranya sebagai starter) Sanchez masih mengalami trauma akibat tidak pernah mengalami cedera dengan periode sepanjang itu.

I was scared I would get injured again (after fit) because the thing I like most in the world is playing football and when I can’t play, I feel sad.

Hal ini berlaku juga untuk pemain lain yang baru pulih dari cedera. Memang waktu recovery yang dibutuhkan tiap pemain berbeda namun selalu ada efek psikologis saat kembali bermain, efeknya semakin besar kapada pemain yang sebelumnya tidak pernah mengalami cedera panjang (lebih dari 2 pekan).

Hal ini diamini juga oleh Wenger yang percaya pemain butuh kesembuhan secara fisik dan psikologi setelah pulih dari cedera. Meski otot telah kembali, stamina telah kembali, feeling sentuhan bola telah kemabali, namun kepercayaan diri yang belum sepenuhnya pulih akan berpengaruh dalam permainan.

Sama seperti kita baru sembuh dari sakit perut, kadang kita masih kurang yakin terhadap kebersihan dan kualitas makanan yang kita makan.Meski telah sepenuhnya pulih, kita masih berfikir kembali tentang apakah makan bersih dari debu dan kotoran? apakah makanan yang kita makan tidak basi? atau apakah perut kita sudah cukup kuat menerima makanan pedas? Meski telah dinyatakan sembuh oleh dokter sekalipun, pertanyaan seperti itu masih muncul dalam pikiran kita.

Bagi pemain, kepercayaan diri yang belum pulih akan menimbuatnya berfikir kembali mengenai apakah ototnya cukup kuat untuk sprint? Apakah tendangan yang dilepaskan cukup terarah? Padahal dari pertanyaan pertama saja bisa sudah membuat kesulitan melewati hadangan lawan karena masih kurang yakin ototnya mampu berlari sekencang sebelumnya. Otomatis kita akan menilai permainan pemain yang bersangkutan sedang menurun.

Cedera dalam kondisi nyata tidak bisa disamakan dengan memainkan kembali pemain yang cedera dalam permainan game PES atau FIFA. Kemampuan berlari, menendang, dan agility pemain akan tetap sama seperti sebelum mengalami cedera. Performanya lebih tergantung oleh skill kita dalam bermain game.

Hal yang mendekati kondisi nyata mungkin bila kita menderita kekalahan beruntun hingga kita menjadi kurang percaya diri menggerakkan pemain, padahal lawan yang kita hadapi tidak lebih sulit dibanding sebelumnya. Perasaan saja, kepercayaan diri, butuh waktu untuk recovery.

Dengan mulai berkurangnya daftar cedera pemain diharapkan Arsenal bisa menyapu bersih tujuh pertandingan tersisa. Peluang juara saya katakan habis dan dalam hati saya mengucap selamat bagi Leicester, “kamulah juaranya”.

Selisih lima poin dari Tottenham dengan satu pertandingan yang belum dimainkan menjadi target paling realistis dan berusaha lebih bak di musim depan.

Await for Auttumn. (woj)

Advertisements

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s