Menuju Sempurna

hi-res-2b079b6a821a8d556935681fd2c3add9_crop_north

Sejak dua tahun yang lalu sebenarnya Arsenal membutuhkan gelandang bertahan yang bertugas sebagai tembok bagi lini belakang. Dalam kurun waktu 2 musim tersebut Arsenal mengandalkan Arteta (yang cedera selama 1 musim), Flamini (yang sudah tua), dan Coquelin (yang seperti terlahir kembali).

Pada Bursa transfer 2014/15, Arsenal mendekati beberapa gelandang bertahan seperti Sami Khedira, Nastasic, Schneiderlin dan dua pemain muda potensial, William Carvalho serta Adrien Rabiot.

Namun seperti kita tahu, Arsenal menutup bursa transfer dengan merekrut Danny Welbeck dan membiarkan Arteta bersama Flamini sebagai gelandang bertahan. Kala itu Wenger memilih meminjamkan Francis Coquelin ke Charlton Atletic.

Blunder yang dilakukan Wenger dibursa transfer terbukti saat menjelang paruh musim Arsenal mengalami krisis gelandang tengah. Arteta dan Flamini yang sudah tidak muda lagi mengalami cedera. Akhirnya Wenger memanggilnya Coquelin pulang pada awal Desember 2014, padahal kontrak peminjamannya di Charlton baru berakhir tanggal 31 Desember 2014.

Tak cukup sampai disitu, ujian kembali datang. Seringnya adu fisik menyebabkan pemain gelandang tengah rentan mengalami cedera. Jelang ditutupnya bursa transfer januari 2015, Arsene Wenger memutuskan meminjam Kim Kallstrom dari CSKA Moskow hingga akhir musim (yang tak banyak bermain karena cedera).

Hingga musim 2015/16 berakhir, komposisi gelandang bertahan Arsenal masih sama dengan musim 2014/15.

Mulai Berkumpul

Tiap tahun Arsenal merekrut satu pemain kategori bintang lima untuk tiap posisi. Tahun 2013 Arsenal berhasil mendatangkan Mesut Ozil sebagai  otak permainan, disusul setahun berikutnya dengan kedatangan Alexis Sanchez yang mengubah variasi serangan, dua pemain ini menghasilkan trofi pertama dan kedua semenjak puasa gelar di periode 2005-2013.

Arsenal setahap demi setahap membangun tim yang kuat dengan membeli pemain-pemain berkualitas untuk tiap posisi. Berkat kontrak baru bersama Puma dan kesepakatan perpanjangan Fly Emirates, dana transfer Arsenal bisa dibilang “cukup” untuk membeli pemain seharga berapapun.

Sebenarnya Wenger sudah mencuri start mulai membeli pemain mahal setahun sebelum kontak bersama Puma ditandatangani dengan mendatangkan Santi Cazorla seharga £ 14,25 juta yang tak banyak tahu menjadi rekor pemain termahal klub musim 2012-13.

Setahun berselang Wenger merekrut Mezut Ozil yang “benar-benar” memecahkan rekor pemain termahal The North Londoners seharga £ 30 juta di musim 2013-14. Karena terbukti berhasil, The Professor tak ragu untuk kembali mengeluarkan uang dengan membeli jasa Alexis Sanchez dengan mahar £ 31,88 juta di musim 2014-15. Rekor kembali pecah! Pembelian dua pemain mahal menghadirkan 2 trofi Piala FA secara berurutan. Posisi Arsenal juga perlahan meningkat dan finis di peringkat 3 klasemen Liga Utama Inggris.

Pada musim 2015-16 Arsenal hanya membeli Petr Cech yang ingin pindah karena Mourinho lebih memilih Courtois sebagai penjaga gawang utama. Cech menjadi kiper termahal yang pernah dibeli Arsenal dan menjadi kiper dengan usia diatas 30 tahun dengan harga termahal dengan £ 10,5 juta.

Meski belum menghadirkan gelar, Cech berhasil mempertahankan jumlah kebobolan Arsenal sama seperti musim lalu diangka 36 gol yang merupakan cetatan terbaik dalam lima musim terkahir. Dan bila melihat jumlah kebobolan tim lain, Arsenal hanya berselisih satu gol dengan tim yang paling sedikit kebobolan dibanding selisih 4 gol pada musim 2014/15.

Terus Berkembang

Pensiunnya Mikel Arteta dan Flamini secara bersamaan “memaksa” Wenger untuk membeli pemain pengganti. Setelah lama melakukan pendekatan dengan Wiliam Carvalho, akhirya pilihan Wenger jatuh kepada kapten Borussia Moenchengladbach, Granit Xhaka. Lagi-lagi pelatih yang telah menangani Arsenal selama 20 tahun ini mengeluarkan bayaran mahal sebesar £ 33,88 juta.

500051826BB

Selama ini Wenger selalu mengandalkan Coquelin sebagai gelandnag yang bertugas memutus serangan lawan. Setelah memenangkan duel perebutan bola, Coquelin kesulitan mendistribusikan bola. Meski memiliki akurasi passing yang baik, Coq mengumpulkan rapor ini dari hasil operan pendek, sehingga variasi passing-nya terbatas dan sedikit mencatakan key pass. Untuk mengatasi kelemahan ini, Wenger menduetkannya dengen Santi Cazorla yang mengemban tugas meracang alur serangan dari belakang (deep lying playmaker).

Granit Xhaka adalah tipikal gelandang bertahan yang telah lama saya idam-idamkan. Gabungan antara kekuatan fisik dan kecerdasan membaca permainan yang menjadi syarat sebagai gelandang bertahan modern.

Kehadiran Xhaka menambah kualitas dan variasi permainan Arsenal. Wenger memiliki banyak opsi di sektor gelandang tengah dan bertahan. Bila ingin bermain normal Wenger bisa memasang Xhaka atau Coquelin bergantian untuk mengurangi resiko cedera. Bila ingin bermain menyerang Xhaka bisa diduetkan dengan Cazorla karena Xhaka bisa mengintersep bola dan melepaskan tekel sama baiknya dengan visi permainannya. Lawan akan kesulitan memilih pemain mana yang harus dimatikan.

Arsenal juga bisa bermain total defensif bila memainkan Xhaka dan Coquelin/ Elneny secara bersamaan. Hal yang sulit dilakukan seperti duet Coquelin dan Elneny yang diobrak-abrik Barcelona pada 16 besar Liga Champion lalu.

Pembelian gelandang bertahan seperti Xhaka seharusnya dilakukan dua tahun lalu. Meski Arsenal sudah mampu membeli pemain mahal, namun sejauh ini baru 1 pemain tiap musimnya.

Harus(nya) Selangkah Didepan

Melihat lawan yang juga mengembangkan tim, tak ada salahnya musim ini Arsenal membeli dua pemain bintang lima agar bisa selangkah didepan lawan.

Satu sudah dibeli dan The Gunners dan kini secara tim Arsenal perlu (wajib) membeli striker berkualitas yang mampu mencetak minimal 18 gol dan normalnya diatas 20 gol dalam semusim di liga (bukan di seluruh kompetisi).

Saat klub lain masih dalam masa libur karena pemain disibukkan agenda Euro 2016, Copa America atau pengenalan manajer baru. Wenger telah memulai langkahnya dengan mendatangkan pemain di bulan Mei. Hal yang sebelumnya tak pernah terjadi karena rekrutan baru Arsenal di era Wenger biasanya dilakukan mulai awal Juli. Sebuah perubahan besar untuk kebiasan berusia 20 tahun.

Salah bila berfikiran membeli pemain berkualitas tak harus mahal. Sejak 2004 dimana Chelsea dengan uang raja minyak Roman Abramovic yang memulai era inflasi harga pemain, Arsenal hanya membeli 3 pemain yang bernilai diatas 20 juta (Ozil, Sanchez dan Xhaka). Jauh tertinggal bila dibanding klub lain seperti City: 18 pemain, Chelsea: 16, United: 12, Liverpool: 12.

Memang salah bila seperti Liverpool yang membeli pemain “asal mahal”, namun 3 klub lainnya terbukti berhasil membeli kualitas pemain. Sudah ada uang, history pembelian pemain Arsenal dalam 3 tahun terakhir buktinya. Pemain berkualitas memang mahal. Harus keluar uang lebih untuk bisa mendapatkan servis pemain bintang lima.

Untuk diketahui, Leicester City yang berhasil juara musim lalu, mengeluarkan uang £ 37,5 juta untuk membeli. Jumlah yang tak sedikit untuk tim seukuran The Foxes.

Tak perlu aneh juga bagaimana klub milik Vichai Srivaddhanaprabha ini mendaptkan Kante yang bermain luar biasa dengan harga seperlima Granit Xhaka. Penjual pasti menawarkan barangnya dengan harga mahal bila yang datang adalah orang kaya, begitu pula sebaliknya. Bila Arsenal yang menawar Kante, mungkin Caen akan memasang bandrol 2-3 kali lipat dari harga jualnya ke Leicester. Dan kemudian akan muncul pertanyaan “siapa N’golo Kante?”

Bila ada pemain yang harus tergusur karena kedatangan orang baru, selalu ingat “Nobody is bigger than the club”, termasuk pemain inti, cadangan, pernah berjasa, bahkan manajer sekalipun. Waktu terus berjalan, wajar ada yang datang, pergi, atau menjadi pilihan kedua demi kebaikan klub. (woj)

Selamat ulang tahun yang ke tiga Shelnley Ground Blog 4 Juni 2013-4 Juni 2016.

Baca juga : Belum Didengar, Tak Berarti Kadaluarsa

Advertisements

3 thoughts on “Menuju Sempurna

  1. wilujeng tanggap warsa bro,
    semoga bertambahnya umur, bertambah pula pengalaman dan wawasan, dalam menulis artikel tentang klub tercinta.

    thanks for sharing.
    keep writing..

  2. Pingback: Kalau Vardy Datang, Giroud Jangan Pergi | Shenley Ground

Tulis komentar.....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s