Menambah Bukan Mengganti!

welbeck-injury

Menepi hingga Februari 2017. Foto: Getty Images

Gagal mendapatkan tanda tangan Jammie Vardy bukan berarti perburuan striker berhenti karena Arsenal sangat-sangat membutuhkan tambahan striker. Pertama sebagai pengisi kekosongan striker karena Welbeck dipastikan absen setidaknya hingga Februari 2018 2017. Kedua sebagai pengisi kelemahan-kelemahan Giroud yang tak konsiten mencetak gol. Dan ketiga sebagai penambah daya gedor.

Cedera lutut yang dialami Welbeck pada pertandingan melawan Man City bulan Mei lalu memaksanya naik ke meja operasi untuk memulihkan lututnya.

Normalnya pemulihan cedera dengan jalan operasi membutuhkan waktu 6 bulan untuk pemain bisa mulai berlari kecil. Pengembalian fisik ke kondisi optimal dibutuhkan 3 hingga 4 bulan, itupun bila seluruh prosesnya berjalan dengan lancar.

Yang lebih mengkhawatirkan, Welbeck mengalai cedera pada jaringan cartilage lutut, yang mana pemulihan cedera pada bagian ini biasanya berlangsung lama bahkan tidak akan pulih 100%. Pada musim lalu Welbeck sudah menjalani operasi tempurung lutut yang membuatnya cedera hingga Februari 2016 (9 bulan sejak cedera).

Kuantitas

Tanpa Welbeck berarti Arsenal bermain hanya mengandalkan Giroud sebagai satu-satunya penyerang berpengalaman hingga lebih dari setengah musim 2016/17. Ituvpun bila striker timnas Perancis ini tidak mengalami cedera atau kelelahan.

The Gunners memang masih memiliki Sanchez dan Walcott yang mampu beroperasi sebagai striker. Musim lalu keduanya menyumbangkan 18 gol untuk Arsenal, 2 gol lebih banyak dibanding Giroud.

Tetapi bila mereka bermain sendirian di depan, lini tengah Arsenal tidak cukup agresif menekan lawan karena kekurangan pemain di sektor sayap. Kondisi ini memaksa Wenger merekrit tambahan striker karena kekrangan pemain di lini depan.

Sejak Arsenal merekrut Giroud, tim lain seperti Man City, Man United, Liverpool dan Tottenham, dan Chelsea setidaknya telah merekrut 30 pemain untuk posisi striker atau rata-rata 6 striker per tim. Sedangkan Arsenal dalam periode tersebut hanya membeli Danny Welbeck (Sanogo dikecualikan).

Kualitas

Olivier Giroud bukan pemain yang buruk atau tidak berkontribusi bagi Arsenal. Enambelas golnya musim lalu menjadi kannya pencetak gol terbanyak di Arsenal. Giroud jangan dijual karena akan menurunkan kekuatan Arsenal. Wenger hanya perlu menambah striker untuk meningkatkan variasi dan kualitas serangan anak asuhannya.

Baca : Kalau Vardy Datang, Giroud Jangan Pergi

Patut dicatat, 16 gol yang dicetak oleh Giroud dilakukan hanya dalam 13 pertandingan dari total 38 pertandingan liga semusim. Bisa diartikan Giroud tidak terlalu signifikan dalam mengangkat Arsenal. Beberapa golnya juga tidak menentukan hasil akhir karena Arsenal sudah unggul sebelumnya.

Mantan striker Montpellier ini memiliki kekurangan dalam kecepatan dan dribbling, sehingga kesulitan bila harus bermain sendirian di depan saat Arsenal bermain defensif.

Wenger mengantisipasi hal ini dengan mendatangkan Welbeck untuk menutupi kekurangan yang dimiliki oleh Giroud. Namun apa yang mau dikata, Welbeck sering didera cedera yang memaksanya hanya bermain sebanyak 36 pertandingan selama 2 musim bersama Arsenal.

Memiliki kontrol bola yang baik, pergerakan lebih cepat dibanding lawan dan dribbling bola sangat dibutuhkan untuk strategi serangan balik. Kombinasi skill ini yang digunakan Leicester City dalam memenangkan pertandingan meski tak banyak menguasai bola dan Vardy menjadi pilihan utama untuk menjalankan strategi ini.

Plan B.

Vardy, Lacazette, Higuain, Icardi, dan striker lainnya adalah “rencana A” Arsene Wenger karena Wenger sadar penambahan pemain depan berkualitas adalah sebuah keharusan untuk meningkatkan jumlah gol Arsenal yang menurun musim lalu.

Permasalahannya adalah posisi ujung tombak berpengalaman kini populasinya sedang sedikit. Tak banyak pemain di posisi ini yang tersedia untuk berpindah klub.

Klub yang menjual pemain juga harus berfikir dua kali karena alasan kesulitan mencari pemain pengganti. Hanya klub yang sedang dalam kondisi kesulitan keuangan yang tak berfikir panjang untuk menjual pemain terbaiknya.

Opsi B bagi Wenger bila masih gagal mendapatkan striker adalah dengan merekrut gelandang agresif sebagai pendukung serangan sehingga bisa saja Le Professeur memainkan Sanchez atau Walcott sebagai penyerang tanpa khawatir kekurangan pemain pendukung.

Nama Mikhitaryan pertama muncul meski kemudian berakhir di pangkuan Mourinho sedangkan Arda Turan yang posisinya terjepit di Barca, menolak tawaran karena masih ingin berjuang memperoleh tempat di tim utama.

Tak kehilangan akal, Wenger berusaha mendatangkan Julian Draxler sebagai alternatif meski pemain berusia 23 tahun ini kurang konsisten dan kerap absen karena cedera. Pemain yang baru dibeli Wolfsburg musim lalu ini hanya mencetak 6 gol  dan 6 assist di Bundesliga.

Sejauh ini baru nama-nama diatas yang benar-benar didekati Arsenal. Pembelian striker berkualitas tetap menjadi pilihan pertama Wenger karena memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan jumlah gol dibanding memrekrut gelandang atau pemain sayap agresif. Pelatih yang masa kontraknya berakhir musim depan ini juga harus mengajarkan pola permainan baru kepada anak asuhannya bila menggunakan plan B.

Andai dalam bursa transfer musim ini Arsenal lebih aktif mencari pemain diposisi gelandang, bisa dipastikan tidak ada penambahan striker. Namun apabila Arsenal gagal mendapatkan kedua posisi krusial ini, maka bersiap saja ucapkan selamat tinggal untuk gelar EPL. (woj)

 

Advertisements