Preview Pertandingan: Liverpool vs Arsenal

Britain Soccer Premier League

Pertandingan terakhir dihari sabtu waktu setempat akan menyuguhkan big match – meski lebih tepat disebut pertandingan tim setara – antara Liverpool melawan Arsenal. Kedua tim tua Liga Inggris ini masih berebut tiket Liga Champion musim depan mengingat poin mereka yang berbeda jauh dengan pemimpin klasemen, Chelsea.

Arsenal dan Liverpool sama-sama mencatat hasil minor dalam 5 pertandingan terakhir. The Gunners hanya 2 kali menang lawan Hull dan Suton sedangkan The Reds meraih satu-satunya kemenangan saat berjumpa Tottenham.

Mengalahkan Liverpool di Anfield bukanlah perkara yang mudah. Musim ini anak asuhan Juergen Klopp baru sekali kalah dikandang. Merka juga percaya diri saat bertemu tim papan atas bila bermain dihadapan pendukungnya. Chelsea dan Man United bisa mereka imbangi dan Man City pernah mereka taklukkan.

Kekuatan Liverpool ada pada permainan taktis dengan pressing ketat. Tiap pemain diinstruksikan merebut bola yang hilang dari penguasaan membuat tim lawan yang kebetulan dalam kondisi lelah akan semakin terkuras tenaganya.

Pressing Liverpool masih cukup longgar bila dibanding Barcelona karena mereka tidak mengejar bola yang masih diarea lawan. “Pembiaran” ini kadang membuat lengah musuh yang terlanjur masuk perangkap karena begitu bola berhasil direbut oleh Henderson, pemain depan Liverpool telah menunggu di tengah lapangan untuk melakukan serangan kilat. 55 gol hingga pekan ke 26 adalah bukti sahih garangnya barisan depan Liverpool yang menjadikan mereka tim terproduktif di liga.

Meski begitu, The Anfiled Gank bukan tanpa kelemahan. Kemapuan duel perebutan bola mereka salah satu yang terburuk di EPL dengan tingkat keberhasilan 45% atau kurang dari setengah dari total percobaan yang dilakukan.

Lini belakang mereka kurang padu karena sering berganti susunan  pemain. Dejan Lovren, Joel Matip, dan Rgnar Klavan secara bergantian mengisi posisi bek tengah. Klopp mengubah-ubah susunan pemain belakang termasuk kiper yang membuat koordinasi dan pengertian posisi antar pemain belakang sulit terbentuk.

The Gunners memang pernah dibuat tak berkutik saat keunggulan 1-0 melalui Theo Walcott dibalikkan oleh Coutinho, dkk. hingga pertandingan harus berakhir 3-4 untuk keunggulan Liverpool. Pada pertandingan tersebut Arsenal tampil dengan pemain “seadanya” karena anggota tim utama masih mendapat jatah libur usai Piala Eropa 2016. Duet bek muda, Chambers dan Holding dibuat kalang kabut menahan serangan bergelombang dari Liverpool meski secara statistik Arsenal sebenarnya lebih unggul.

Pada pertandingan ini, Giroud layak diturunkan oleh Wenger untuk membobol gawang Migolet. Liverpool menjadi salah satu favorit Giroud dengan catatan 5 gol yang berhasil dia persembahkan dan menjadi tim 1 dari 3 tim EPL saat ini yang paling sering dia bobol. Hal ini didukung dengan data bahwa Liverpool menjadi tim dengan persentase keberhasilan duel udara terendah (42%), sedangkan Arsenal lebih unggul dengan persentase 50% .

liverpool-aerial-duel

Meski Chelsea juga termasuk buruk akumulasi duel, namum dalam take ons mereka “keterlaluan” baiknya.

Kembalinya Ozil dan Xhaka ke dalam skuad akan memperkuat lini tengah Arsenal dalam menghadapi Liverpool yang malam nanti harus bermain tanpa Jordan Henderson, Sturridge juga dipastikan absen pada pertandingan ini karena sakit cedera pinggang. Emre Can yang bertipikal defensif dan hanya melepaskan setengah catatan long ball dibanding sang kapten akan sedikit memudahkan pemain bertahan dalam Arsenal mengantisipasi serangan balik.

Xhaka tampil apik menjaga ketebalan barisan tengah Arsenal dan kerap memutus bola lawan. Duetnya bersama Coquelin adalah format gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Wenger. Yang perlu dicatat oleh peian Swiss ini adalah soal kedisiplinannya yang telah mencatat 2 kartu merah pada musim ini. Sepakan bebas di area berbahaya akibat pelanggaran tak perlu bisa menjadi santapan empuk untuk dituntaskan Coutinho.

Koscielny dan Mustafi perlu menjaga pergerakan lincah Mane di garis pertahanan. Pemain impor dari Senegal ini menjadi kunci kemenangan bagi timnya dan sempat membuat Liverpool hanya sekali menang di liga selama 2017 karena ditinggal bertugas di Piala Afrika. Harga £30 juta yang dibayar Liverpool diganti dengan 11 gol dan 5 assist.

Meski gelar juara tak lagi bisa di gapai, kemangan menjadi harga mati bagi Arsenal karena kini hanya berjarak 1 poin dari Liverpool di peringkat ke 5 serta 2 poin dari Man Utd di posisi 6. Wenger tentu saja tak ingin catatat 100% Liga Championnya ternoda di penghujung masa-masa terakhirnya bersama Arsenal. (woj)

Team News

Liverpool: Jordan Henderson (kaki, 12 Maret), Daniel Sturridge

Arsenal: Danny Welbeck (kebugaran), Mathieu Debuchy (kebugaran), Mohamed Elneny (engkel, 25 Maret), Santi Cazorla (engkel, 25 Mei).

Liverpool (4-3-3) : Mignolet – Clyne, Lovren, Matip, Milner – Llalana, Can, Wijnaldum – Mane, Firmino, Coutinho

Cadangan: Karius, Trent, Klavan, Moreno, Leiva, Stewart, Origi.

Arsenal (4-2-3-1) : Cech – Bellerin, Mustafi, Koscielny, Monreal – Xhaka, Coquelin – Walcott, Ozil, Sanchez – Giroud

Cadangan : Ospina, Gabriel, Gibbs, Chamberlain, Ramsey, Iwobi, Perez.

Advertisements